Seprei Hingga Kipas Angin Masuk Daftar Aset Subulussalam yang Digelapkan, GeRAK Lapor ke Kejati

Dia berharap laporan tersebut menjadi pintu masuk pihak Kejaksaan untuk mengembangkan kasus serupa di daerah-daerah lain.

Seprei Hingga Kipas Angin Masuk Daftar Aset Subulussalam yang Digelapkan, GeRAK Lapor ke Kejati
SERAMBINEWS.COM/Masrizal
Kadiv Advokasi Korupsi GeRAK Aceh Hayatuddin Tanjung bersama tim menyerahkan dokumen dugaan pengelapan aset Pendopo Wali Kota Subulussalam kepada Aspidsus Kejati Aceh T Rahmatsyah di ruang kerjanya, Banda Aceh, Rabu (17 /7 /2019). 

 Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - LSM Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh melaporkan dugaan kasus dugaan penggelapan aset Pendopo Wali Kota Subulussalam.

Indikasi kerugian negara mencapai Rp 1,5 miliar lebih.

Laporan itu disampaikan Kadiv Advokasi Korupsi GeRAK Aceh Hayatuddin Tanjung bersama tim kepada Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Aceh T Rahmatsyah SH MH, di Kantor Kejati Aceh, Rabu (17/7/2019).

"Hasil dari investigasi GeRAK dan hasil audit Inspektorat (Subulussalam), Pendopo Subulussalam memiliki 354 aset, tapi sekarang tersisa 90 aset. Sedangkan 264 aset dinyatakan hilang," kata Hayatuddin.

Hayatuddin menyampaikan laporan ini perlu pendalaman dari Kejaksaan dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

"Kami menduga ada unsur sengaja dalam penggelapan aset," ujarnya.

Baca: Hotman Paris Bongkar Kasus Pelecehan Terhadap Pramugari, Dirut Minta Ditemani Tidur Jika Mau Terbang

Baca: [HOAKS] Susunan Kabinet Jokowi-Maruf Kembali Beredar, Ini Perbedaan Dengan Sebelumnya

Baca: Kesadaran Kampus di Aceh Salurkan Zakat Melalui Baitul Mal Masih Minim

Hasil audit Inspektorat Subulussalam terkait pengadaan aset pendopo tahun 2014-2018, lanjut Hayatuddin, kerugian negara mencapai Rp 1,5 miliar lebih.

Aset yang diduga hilang bervariasi mulai dari sofa, seprei, tikar, kipas angin, dan lain-lain.

Dia berharap laporan tersebut menjadi pintu masuk pihak Kejaksaan untuk mengembangkan kasus serupa di daerah-daerah lain.

"Kita sangat berharap setelah kita laporkan ke Kejati, kasus ini bisa diungkap sesuai dengan undang-undang," ujar dia. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved