Soal Pelecehan Seks Santri, Pemko Lhokseumawe Cabut Pembekuan Pasantren An, Struktur Pengurus Diubah

Dengan kembali beraktifitas pendidikan di pasantren tersebut, dipastikan pihak Pemko Lhokseumawe akan terus melakukan pengawasan.

Soal Pelecehan Seks Santri, Pemko Lhokseumawe Cabut Pembekuan Pasantren An, Struktur Pengurus Diubah
Serambi
Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, didampingi Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambamg, Kamis (11/7/2019) memberi keterangan pers terkait dugaan pelecehan seksual sesama jenis dengan tersangkanya oknum pimpinan pasantren dan guru ngaji pada sebuah pesantren di Lhokseumawe 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe akhirnya mencabut status pembekuan sementara terhadap Pesantren An.

Menyusul kebijakan tersebut, mulai Kamis (18/7/2019) besok, aktifitas belajar di pasantren itu kembali berjalan normal.

Kabag Humas Pemko Lhokseumawe, Muslim Yusuf menyebutkan pencabutan status pembekuan terhadap pesantren tersebut didasari hasil pertimbangan dari berbagai faktor.

Antara lain dalam kasus ini yang diduga bersalah melakukan pelecehan seksual hanyalah dua oknum.

Yakni oknum pimpinan pasantren dan oknum guru mengaji. Sedangkan bagi kedua oknum tersebut sekarang ini sedang menjalani proses hukum di Polres Lhokseumawe.

Sehingga, kata dia, jangan karena kedua oknum tersebut, para santri yang ada di pasantren tersebut putus pendidikannya.

Baca: Viral Pengantin Ijab Kabul di Samping Jenazah Sang Ibu, Ibundanya Meninggal 5 Jam Sebelum Akad Nikah

Baca: Hotman Paris Bongkar Kasus Pelecehan Terhadap Pramugari, Dirut Minta Ditemani Tidur Jika Mau Terbang

Baca: Gundukan Tanah Depan Masjid Jamik Luengbata Bahayakan Pengguna Jalan

"Namun begitu, kita pastikan kalau struktur pengurusan yayasan pasantren An sedang dalam proses pergantian. Dimana oknum pimpinan pasantren yang saat ini sedang menjalani proses hukum di Polres Lhokseumawe tidak akan masuk lagi dalam struktur kepengurusan," paparnya.

Dengan kembali beraktifitas pendidikan di pasantren tersebut, dipastikan pihak Pemko Lhokseumawe akan terus melakukan pengawasan.

"Kepada masyarakat di lingkungan pasantren juga kita harapkan dapat memahami terkait keputusan ini. Karena sangat disayangkan bila lembaga pendidikan agama tersebut harus tutup hanya karena atas didugaan bersalahnya dua oknum di pasantren itu saja," harapnya.

Di samping itu, diakuinya sekarang ini ada juga sebagian kecil orang tua yang anaknya mau dipindahkan ke tempat pendidikan lain.

"Begitu juga masalah pengembalian uang muka yang sudah terlanjur diserahkan oleh wali santri, kita sedang mencari solusi untuk proses pengembaliannya," sebut Muslim.

Diberitakan sebelumnya, oknum pimpinan Pasantren An di Kota Lhokseumawe beserta dengan seorang guru mengajinya (keduanya pria) kini ditahan di Polres Lhokseumawe.

Keduanya ditahan atas dugaan telah melakukan pelecehan seksual pada santri pria (sesama jenis) yang berumur antara 13- 14 tahun.

Akibat mencuat kasus ini, maka Pemko Lhokseumawe mengambil kebijakan untuk membekukan sementara pasantren tersebut serta membuka posko pengaduan untuk wali murid, khususnya untuk membantu proses kelanjutan pendidikan bagi para santri.(*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved