Ayah Korban Tewas Proyek PLTMH Lawe Sikap Mengaku belum Terima Santunan, Begini Kata Perusahaan

Begitu pun, diakui Rahmat bahwa sebelumnya pihak perusahaan itu sudah membayar gaji korban selama tiga bulan dengan upah harian Rp 90.000 dan ...

Ayah Korban Tewas Proyek PLTMH Lawe Sikap Mengaku belum  Terima Santunan, Begini Kata Perusahaan
Serambi
Rahmat

Ayah Korban Tewas Proyek PLTMH Lawe Sikap Mengaku

belum Terima Santunan, Begini Kata Pihak Perusahaan  

Laporan Asnawi Luwi, Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Pihak keluarga Sanjaya, Warga Desa Batu Mbulan II, korban tewas akibat tertimpa alat berat jenis loader di lokasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Lawe Sikap beberapa bulan lalu, mengaku hingga kini belum menerima santunan kematian dari pihak perusahaan rekanan pengawas alat berat dalam dalam proyek itu. 

Hal ini sesuai pengakuan Rahmat, ayah korban kepada Serambinews.com, Kamis (18/7/2019).

Baca: Kecanduan Bermain Ponsel Sejak Usia 4 Tahun, Balita ini Harus Jalani Operasi karena Matanya Juling

Padahal kata Rahmat, pihak perusahaan rekanan itu berjanji akan memberikan santunan kematian Sanjaya. 

Rahmat menyebutkan pihaknya sudah tiga kali mendatangi pihak perusahaan di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap untuk menanyakan pemberian santunan kematian bagi keluarga korban, namun mereka banyak alasannya dengan menyatakan bahwa pimpinannya lagi Jakarta.

Begitu pun, diakui Rahmat bahwa sebelumnya pihak perusahaan itu sudah membayar gaji korban selama tiga bulan dengan upah harian Rp 90.000 dan uang kenduri Rp 15 juta, serta pembelian sepeda motor Rp 15 juta.

Baca: VIDEO - Hoax Kasus Dugaan Pelecehan Pesantren AN di Lhokseumawe, Polisi Amankan 3 Tersangka

Rahmat menjelaskan sebelum bekerja untuk proyek tersebut, anaknya itu terlebih dahulu mengajukan lamaran kerja di tempat tersebut, namun belum lama bekerja, korban tewas akibat tertimpa alat berat jenis loader, sehingga Rahmat berharap pihak keluarga mendapat santunan kematian anaknya sebagai tenagakerja di proyek tersebut. 

Dikonfirmasi Serambinews.com secara terpisah, Kamis (18/7/2019), Pengawas Alat Berat PLTMH Lawe Sikap dari PT ANDAL, Sugito, mengatakan perkara ini sudah ada perdamaian di kepolisian antara pihaknya dengan keluarga korban. Selain itu, santunan kematian juga sudah diberikan. 

Baca: TGPF Ungkap Hasil Penyelidikan Kasus Novel Baswedan

Namun, diakui Sugito, ia tak tahu besarannya karena ada bagian lainnya di perusahaan itu yang mengurusnya. Sugito juga mengatakan Sanjaya terdaftar sebagai peserta di Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Aceh Tenggara, Selasa (19/2/2019) sekitar pukul 15.00 WIB sore, mengagalkan aksi dugaan menghilangkan barang bukti loader yang merupakan penyebab tewasnya Sanjaya, warga Desa Mbatu Bulan II.

Barang bukti itu hingga kini masih diamankan di sebuah gudang di Mbarung, Kecamatan Babussalam. Menurut Kapolres Agara, saat ini tiga orang diperiksa dari PT ANDAL selaku perusahaan yang mengerjakan proyek PLTMH Lawe Sikap. (*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved