Digugat Rp746 Juta oleh Pengamen Korban Salah Tangkap, Polisi Klaim Sudah Bekerja Profesional

Polisi ketika itu memiliki dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan mereka sebagai tersangka.

Digugat Rp746 Juta oleh Pengamen Korban Salah Tangkap, Polisi Klaim Sudah Bekerja Profesional
kompas.com
Kolase Argo Yuwono dan Fikri Pribadi 

SERAMBINEWS.COM - Kasus salah tangkap yang dialami oleh empat orang pengamen, yang mengaku disiksa agar mengaku, akhirnya ditanggapi poleh pihak kepolisian.

Menurut kepolisian, prosedur hukum yang dijalani dalam kasus pembunuhan Dicky Maulana (20) di kolong jembatan samping kali Cipulir, Jakarta Selatan, pada 2013, tersebut sudah sesuai aturan.

Saat itu, Kepolisian menjerat empat orang tersangka yang masih di bawah umur, yakni Fikri, Fatahillah, Ucok, dan Pau.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus tersebut secara professional.

Polisi ketika itu memiliki dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan mereka sebagai tersangka.

"Polisi telah melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus tersebut, bukti formil dan materiil telah dipenuhi. Berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum," kata Argo saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (18/7/2019).

Baca: Kisah Romantis Jamaah Haji Kakek-Nenek, Tak Mau Dipisah Hingga Marahi Petugas Karena Cemburu

Baca: Jadi Korban Salah Tangkap dan Dipenjara 3 Tahun, Fikri Pribadi Mengaku Disiksa & Dipaksa Mengaku

Argo mengatakan, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh jaksa, penyidik kemudian melimpahkan perkara kasus tersebut ke kejaksaan dan selanjutnya diproses oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Setelah dilakukan sidang tingkat satu bahwa pelaku dinyatakan bersalah dan divonis. Tugas penyidik saat berkas perkara sudah dinyatakan lengkap dan penyerahan tersangka dan barang bukti," ujar Argo.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 3 hingga 4 tahun kepada keempatnya.

Namun, belakangan mereka dinyatakan tidak bersalah dalam putusan Mahkamah Agung melalui putusan Nomor 131 PK/Pid.Sus/2016.

Halaman
12
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved