Digugat Rp746 Juta oleh Pengamen Korban Salah Tangkap, Polisi Klaim Sudah Bekerja Profesional

Polisi ketika itu memiliki dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan mereka sebagai tersangka.

Digugat Rp746 Juta oleh Pengamen Korban Salah Tangkap, Polisi Klaim Sudah Bekerja Profesional
kompas.com
Kolase Argo Yuwono dan Fikri Pribadi 

Mereka melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta kemudian menuntut kerugian dari Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI karena salah menangkap.

Kerugian yang dituntut pihak mereka sebesar Rp 186.600.000 untuk per anak. Biaya itu meliputi total kehilangan penghasilan sampai biaya makan selama dipenjara.

Baca: VIRAL Diduga Penampakan Pocong Dibonceng Pengendara Motor Terekam CCTV, Satpam Pabrik Terbirit-birit

Baca: Kecanduan Bermain Ponsel Sejak Usia 4 Tahun, Balita ini Harus Jalani Operasi karena Matanya Juling

Dengan demikian, total untuk keempatnya sebesar Rp 746.400.000.

Tidak hanya tuntuan secara materi, pihaknya juga meminta pihak Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI untuk mengakui semua kesalahanya karena salah menangkap orang dan melakukan tindak intimidasi.

Intimidasi yang dimaksud adalah siksaaan berupa disetrum, dilakban, dan dipukul.

"Saya langsung dilakbanin, disiksa pokoknya di Polda. Disetrum, dilakbanin, dipukulin, sampai disuruh mengaku," ucap Fikri Pribadi, salah seorang pengamen.

(Rindi Nuris Velarosdela)

Artikel ini telah tayang di intisari.grid dengan judul Dituntut Rp746 Juta oleh Pengamen Korban Salah Tangkap yang Disiksa dan Disetrum saat Interogasi, Polisi Klaim Sudah Bekerja Profesional

Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved