Istri Bunuh Suami

Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Penjual Es Campur Dituntut Mati, Begini Pembelaan Kuasa Hukum

Keduanya adalah, Jamaliah alias Novi (30) istri korban dan selingkuhannya, Musliadi alias Adi (26), warga Desa Matang Manyam, Baktiya, Aceh Utara.

Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Penjual Es Campur Dituntut Mati, Begini Pembelaan Kuasa Hukum
For Serambinews.com
Taufik M Noer SH 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON -- Dua terdakwa kasus pembunuhan penjual es campur, Jajuli (34) warga Desa Ujong Kulam Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara mempertimbangkan tuntutan pidana mati yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara.

Karena tuntutan tersebut sangat berat.

Demikian antara lain isi dari materi pleidoi (pembelaan) yang disampaikan pengacara Taufik M Noer SH dalam sidang lanjutan kasus tersebut di PN setempat, Kamis (18/7/2019) petang, terhadap dua kliennya.

Keduanya adalah, Jamaliah alias Novi (30) istri korban dan selingkuhannya, Musliadi alias Adi (26), warga Desa Matang Manyam Kecamatan Baktiya Aceh Utara.

Baca: Penjual Es Campur Tewas Digorok

Baca: Ini Penjelasan Polisi Soal Penjual Es Campur Tewas Digorok  

Baca: Pembunuhan di Aceh Utara, Penjual Es Campur Ditemukan Tewas dengan Leher Tergorok di Tempat Tidur

Diberitakan sebelumnya, pada 9 Juli 2019, JPU Kejari Aceh Utara meminta hakim PN Lhoksukon untuk menjatuhkan hukuman pidana mati kepada Jamaliah dan Musliadi, karena dinyatakan melanggar Pasal 340 KUHPidana Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, tentang pembunuhan berencana terhadap Jajuli.

“Tuntutan Jaksa Penuntut Umum tersebut terlalu berat bagi terdakwa.  Oleh karena itu mohon kepada Majelis Hakim mempertimbangkan kembali, mengingat terdakwa dipersidangan telah mengakui terus terang, dan menyesali perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi lagi,” ujar Taufik.

Selain itu, terdakwa jujur dan sopan selama proses persidangan, tidak berbelit-belit, sehingga memudahkan persidangan dan belum pernah dihukum.

“Kami mohon kepada majelis hakim untuk membatalkan tuntutan JPU dan memutuskan Musliadi dan Jamaliah bersalah melakukan pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP,” pinta Taufik.

Namun, bila Majelis Hakim berpendapat lain kata taufik, pihaknya memohon putusan yang seadil-adilnya.

“Kami tidak sepakat dengan JPU yang menuntut terdakwa dengan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ke-1 KUHPidana. Karena berdasarkan fakta persidangan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 338 KUHPidana Juncto Pasal 55 ke-1 KUHPidana,” ujar Taufik. (*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved