Jadi Korban Salah Tangkap dan Dipenjara 3 Tahun, Fikri Pribadi Mengaku Disiksa & Dipaksa Mengaku

Fikri Pribadi dan tiga temannya didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menuntut ganti rugi kepada Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI.

Jadi Korban Salah Tangkap dan Dipenjara 3 Tahun, Fikri Pribadi Mengaku Disiksa & Dipaksa Mengaku
Kompas.com/Walda Marison
Sebanyak 4 orang pengamen jadi korban salah tangkap dan dipenjara 3 tahun, mengaku disika saat pemeriksaan. Kini menuntut ganti rugi ratusan juta. 

Jadi Korban Salah Tangkap & Dipenjara 3 Tahun, Fikri Pribadi Mengaku Disiksa & Dipaksa Mengaku

SERAMBINEWS.COM - Sebanyak empat orang pengamen menjadi korban salah tangkap dan dipenjara hingga tiga tahun.

Mereka mengaku disiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Kini, keempat pengamen tersebut menuntut ganti rugi.

Fikri Pribadi dan tiga temannya didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menuntut ganti rugi kepada Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI.

Pada 2013, Fikri dan tiga temannya menjadi korban salah tangkap atas kasus pembunuhan.

Mereka adalah Fikri (17), Fatahillah (12), Ucok (13), dan Pau (16).

Keempat bocah tersebut ditahan karena dituduh melakukan pembunuhan di kolong jembatan samping kali Cipulir, Jakarta Selatan.

Seorang pengamen yang menuntut ganti rugi, Fikri Pribadi mengaku disiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Fikri mengaku dipaksa mengakui melakukan pembunuhan tersebut.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved