Jurnalisme Warga

Laweung, Rute Indah Pidie-Banda Aceh

MELIHAT sesuatu yang indah tentu muncul rasa bahagia tersendiri di hati setiap orang

Laweung, Rute Indah Pidie-Banda Aceh
IST
IDA FITRI HANDAYANI, Guru SMA 4 Banda Aceh dan Anggota Warung Penulis, melaporkan dari Pidie

Di Laweung, terdapat pemandangan yang sangat menyejukkan mata, menenangkan jiwa. Namanya Cot Weng, sebuah puncak yang sangat sejuk. Pohon-pohon tumbuh rindang dengan khas hijau daun. Dari arah puncak itu, kita bisa melihat kota dan laut yang sangat indah.

Puncak idaman tiap orang itu tidak jauh dari permukiman warga. Lokasi tersebut selalu ramai oleh pengunjung di sore hari. Banyak muda-mudi menghabiskan waktu sore menjelang magrib. Tujuannya untuk melihat matahari terbenam dari arah bukit. Di situ juga banyak penjual yang biasa menyuguhkan minuman dan makanan segar. Saya terpikir untuk kembali ke destinasi wisata ini pada lain kesempatan.

Perjalanan dilanjutkan. Ada ungkapan, jalan hidup tak selalu mulus. Begitu juga dengan akses di sini, ada jalan yang belum teraspal seluruhnya. Namun, masih bisa dilewati kendaraan roda dua dan empat. Tidak ada bebatuan besar yang menghambat perjalanan. Padahal, dahulu banyak batu di jalan, yang menyulitkan pengguna jalan.

Gua Tujoh
Pada jalan yang sama, kita bisa menjumpai jalan untuk menuju Guha Tujoeh. Gua yang sangat fenomenal dan tentu menyimpan sejarah yang luar biasa. Jika punya kekuatan ekstra, tidak salahnya mampir sejenak ke gua ini. Sekaligus menikmati destinasi wisata yang ada di Pidie.

Kemudian kita akan menemukan juga pabrik semen yang cukup luas dan megah.

Setelah itu kita akan memasuki Kecamatan Muara Tiga. Kecamatan ini juga banyak tempat yang bisa dikunjungi. Ada pelabuhan mini, dan pantai yang terbilang sangat luas. Di situ banyak pohon kelapa. Dahulu, di lokasi itu juga ada sebuah jembatan yang sedang dikerjakan, namun entah apa sebab proyek yang banyak dijadikan spot untuk berselfi ini mulai rusak.

Mie sure
Nah yang menariknya, di dekat pantai itu juga ada sebuah kuliner yang selalu menjadi buah bibir. Tidak sah ke Laweung kalau tak mampir di situ. Demikian kata sebagian orang. Namanya mie sure. Sure artinya tongkol. Ikan yang terbilang mudah ditemukan di sekitar itu. Tapi memang ada penjual yang sudah menjadi ladang mata pencaharian. Mereka jual ikan tongkol dengan kisaran harga Rp10.000-20.000. Dengan harga tongkol demikian, kita bisa campurkan dengan satu atau dua porsi mi. Tentu ini harga yang masih aman di kantong.

Setelah membeli ikan, pembeli membawa ikan pada penjual mi, guna dibuat mi yang dikenal mie suree. Sambil menunggu antrian mi, tidak salahnya menikmati pemandangan laut, dan melihat nelayan yang sedang beraktivitas. Sebagian ada yang memperbaiki perahu, dan ada pula yang sedang memancing. Intinya ada sesuatu yang didapatkan selain mie sure di lokasi ini. Ketika mi dihidangkan, tercium aroma yang seketika mengundang suara dalam perut. Hemm! Cita rasanya begitu khas, jadi sangat wajar orang rela datang jauh-jauh hanya untuk merasakan kuliner unik ini.

Ketika perut sudah aman, tentu perjalanan juga akan aman. Saya melanjutkan perjalanan menuju ibu kota Provinsi Aceh, Banda Aceh. Jalannya sudah mulai bagus. Banyak yang sudah teraspal, dan ada yang sedang diperbaiki. Jalan yang lumayan sepi mungkin timbul rasa khawatir bagi segeluntir orang. Tapi khawatir itu akan hilang seketika saat melihat birunya air laut. Sungguh keindahan luar biasa, yang tak kalah jauh dengan Sabang. Mungkin ini lah Sabang versi sepi. Lautnya masih sangat bersih. Belum dijamah oleh banyak sampah. Biasanya, terjadi kombinasi warna antara laut dan pasir. Namun, laut di sini dipenuhi bebatuan hitam. Saya yakin, suatu hari nanti laut ini akan banyak dikunjungi oleh pecinta alam sehingga menjadi tempat wisata baru.

Jika sampai ke situ pada sore hari, cocok untuk berfoto dengan sunset. Tapi jika datang pada malam hari, mungkin hanya ada nyamuk yang setia menemani.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved