Perang Gengsi Hendri-Widodo

Stadion H Dimurthala, Lampineung, Jumat (19/7) malam akan menjadi pusat perhatian publik sepakbola

Perang Gengsi Hendri-Widodo
IST

* Jelang Persiraja vs Persita

BANDA ACEH - Stadion H Dimurthala, Lampineung, Jumat (19/7) malam akan menjadi pusat perhatian publik sepakbola terutama di Tanah Rencong. Betapa tidak, duel seru akan tersaji ketika dua tim papan atas Wilayah Barat bersua.

Di pekan ke-6 Liga 2 musim 2019, tuan rumah Persiraja sudah bersiap menyambut kedatangkan pimpinan klasemen sementara, Persita Tangerang. Hingga pekan keenam, kedua tim mantan perserikatan tersebut sama-sama mengantongi nilai 12. Hanya saja, Laskar Cisadane–julukan Persita–unggul agregat gol.

Terlepas sengitnya duel ini, hasil akhir pertandingan tuan rumah dan Persita tentu saja akan ditentukan oleh sang juru latih. Di kubu Persiraja, Hendri Susilo terus memperlihatkan kualitas sebagai tukang racik handal. Pria asal Bukittinggi, Sumatera Barat ini mampu mengantrol posisi Lantak Laju di peringkat runner-up.

Kalem. Satu kata pantas diberikan kepada Hendri Susilo. Meski anak-asuhnya dalam posisi tertinggal, dia sama sekali tak panik. Tak ayal, ketenangan di pinggir lapangan saat pertandingan berlangsung, tentu saja tak lepas dari dia memilih formasi. Ternyata, Hendri lebih memilih kestabilan dalam tim.

Buktinya, mantan pelatih yang pernah berwara-wiri di klub besar seperti Persisam Putra Samarinda, Persija Jakarta, dan Sriwijaya FC Palembang, dia lebih fokus dengan formasi 4-4-2. Bukan rahasia lagi, sytle yang dipopulerkan di Inggris ini terhitung jitu dalam mengangkat prestasi Agus Suhendra dkk.

Keputusan Hendri memainkan pola 4-4-2 bukan tanpa alasan. Boleh jadi, ia mengetahui kemampuan dan potensi dari anak-anak Aceh. Sehingga, keputusannya itu mulai membuahkan hasil. Di mana konsistensi Fahrurrazi Kuba dkk terus terjaga selama melakoni lima partai terakhir.

Selain itu, kemenangan di kandang lawan pun bukan barang langka seperti musim lalu. Dalam sejumlah kesempatan, Hendri secara terbuka mengakui, kalau lini tengah dan depan Persiraja terhitung solid. Namun, ia masih mengkhawatirkan lini bawah yang stok pemainnya kurang pilihan.

“Sukses kami selama ini karena kerja keras pemain. Dan anak-anak tampil lepas. Kebersamaan menjadi kunci keberhasilan kami dalam melakoni partai kandang dan tandang,” ungkap Hendri Susilo dalam konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (13/7) petang.

Lalu bagaimana dengan Widodo Cahyono Putro? Kehadiran mantan legenda klub Galatama, Warna Agung Jakarta di pentas Liga 2 musim ini terhitung mengejutkan. Terlebih, dia baru saja menukangi klub kaya milik Peter Tanuri, Bali United FC. Bahkan, di musim pertamanya, ia sukses membawa di peringkat kedua Liga 1.

Sebagai mantan striker, pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah ini lebih mengusung pola ofensif. Hal itu bisa dilihat dari Persita musim 2019. Widodo selalu bermain dengan sytle 4-3-3 atau 4-2-3-1. Taktik itu terbukti ciamik. Produktivitas gol Laskar Cisadane 12-1.

Satu-satunya gol ke gawang mereka terjadi dari eksekusi penalti Samsul Bahri ketika Persita takluk 0-1 dari PSCS Cilacap. Sementara gol mereka datang dari trisula maut, Sirvi Arfani-Aldi Al-Achya-Chandra Waskito. Kecuali itu, dalam skuadnya, Widodo memiliki tujuh pemain berposisi sebagai striker.

Kemarin siang, Persita sudah tiba ke Banda Aceh dengan membawa 20 pemain terbaik. Sebagai penguasa sementara Wilayah Barat, Egi Meligiansyah dkk akan berkerja keras menghadapi serbuan Assanur ‘Torres’ Rijal cs. Lalu, siapakah pemenang dalam perang gengsi dua pelatih anyar itu? Mau tau hasilnya? Datang ke Lampineung.(ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved