PDAM se-Aceh Sarat Masalah, Anggota DPRA Wacanakan Qanun Penyediaan Air Bersih

Qanun ini diharapkan dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang masih membelit Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

PDAM se-Aceh Sarat Masalah, Anggota DPRA Wacanakan Qanun Penyediaan Air Bersih
SERAMBINEWS.COM
Asrizal H Asnawi, Anggota DPRA 

PDAM se Aceh Sarat Masalah, Anggota DPRA Wacanakan Qanun Penyediaan Air Bersih

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPR Aceh Asrizal H Asnawi mewacanakan sebuah peraturan atau qanun yang mengatur tentang penyediaan air bersih di Aceh.

Qanun ini diharapkan dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang masih membelit Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang bertanggung jawab untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat, terutama di pusat-pusat pemerintahan dan perdagangan.

Wacana itu disampaikan Asrizal H Asnawi saat menjadi pemateri pada kegiatan workshop dan Rapat Koordinasi Pemantauan Pengembangan Air Minum pada Bidang Penyehatan Lingkungan dan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh (Bidang PLP -Dinas Perkim Aceh), di Hotel Grand Arabia Banda Aceh, Kamis (18/7/2019).

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Perkim Aceh, Ir T Mirzuan MT ini diikuti oleh dinas pelaksana teknis di lingkungan Pemerintah Aceh dan PDAM dari 23 kabupaten/kota, berlangsung sejak Selasa (16/7/2019) hingga Jumat (19/7/2019).

“Air begitu penting bagi kehidupan, karena air prasyarat untuk mengukur kualitas hidup manusia. Tapi saat ini masih sangat sering terdengar orang mengeluh karena kesulitan mendapatkan air bersih, dengan sasaran utama kepada PDAM selaku pelaksana teknis penyediaan air bersih kepada masyarakat,” kata Asrizal dalam rilisnya kepada Serambinews.com Jumat (19/7/2019).

Baca: Mata Ie Kembali Kehabisan Air Baku, PDAM Tirta Mountala Matikan Semua Pompa Agar Tidak Hangus

Baca: Gandeng Kejari Aceh Besar, PDAM Tirta Mountala Tagih Tunggakan Rekening yang Capai Miliaran Rupiah

Asrizal mengatakan, banyak masalah yang dihadapi oleh pihak PDAM selaku penyedia air bersih di Aceh.

Selain masalah kinerja dan profesionalitas yang kerap disuarakan oleh para pelanggan, ternyata PDAM mengalami kesulitan dari sisi anggaran.

“Anggaran yang disediakan oleh pemerintah kepada PDAM, sama sekali tidak menunjukkan bahwa air merupakan kebutuhan primer,” ujarnya.

“Padahal, saat kampanye hampir semua bupati/wali kota berjanji menyelesaikan persoalan air bersih ini, tapi kenyataannya sangat jauh dari harapan,” ungkap politikus PAN asal Aceh Tamiang ini.

Halaman
123
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved