11 Kepala Cabang Disdik Lowong

Komisi V DPRA yang membidangi pendidikan meminta kepada Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT

11 Kepala Cabang Disdik Lowong
MOHD AL FATAH

* 9 Cabang Dipimpin Plt

* DPRA Minta Segera Dilantik

BANDA ACEH - Komisi V DPRA yang membidangi pendidikan meminta kepada Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT untuk segera mengisi dan melantik 20 pejabat definitif guna memimpin 20 Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh. Dari 20 cabang Disdik itu, 9 cabang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt), sedangkan 11 cabang sisanya justru kosong tanpa kepala.

“Pembentukan 20 kantor cabang Dinas Pendidikan itu tujuannya untuk meningkatkan dan mendekatkan pelayanan administrasi guru dan kesiswaan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Tapi anehnya, kenapa saat tahun anggaran 2019 sudah berjalan 7 bulan, sampai kini pejabatnya belum juga diisi dan dilantik,” kata Ketua Komisi V DPRA, Mohd Al Fatah SAg kepada Serambi usai pertemuan dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh di ruang Komisi V DPRA, Jumat (19/7).

Al Fatah mengingatkan, agar Plt Gubernur Aceh tidak menganggap enteng soal pengelolaan pendidikan di Aceh. Sebab, ulasnya, Aceh saat ini masih mengalami masalah besar dalam peningkatan mutu pendidikan.

Indikatornya terlihat dari masih sedikitnya jumlah lulusan SMA dan SMK dari Aceh yang bisa menembus Perguruan Tinggi Negeri dan Universitas terkemuka di Indonesia, seperti Universitas Indonesia (UI), UGM, ITB, IPB dan lainnya. “Padahal, pagu anggaran pendidikan Aceh nilainya mencapai triliunan rupiah setiap tahun,” sebutnya.

Pada tahun 2019 ini saja, sebut Mohd Al Fatah, anggaran pendidikan Aceh mencapai Rp 3 triliun lebih, sedangkan realisasi anggaran pada Disdik Aceh baru sekitar 32 persen. Dengan masa kerja pada tahun anggaran 2019 hanya tersisa lima bulan lagi dan pejabat yang akan menduduki sebagai kepala cabang Disdik Aceh belum dilantik, maka dapat dipastikan akan banyak program dan kegiatan yang telah direncanakan pada 20 kantor cabang dinas itu tidak bisa dilaksanakan.

“Ini tentu sangat ironi. Padahal, tujuan dari program di kantor cabang dinas itu untuk peningkatan mutu guru dan pendidikan siswa SMA dan SMK di Aceh,” ulasnya. “Apalagi, Disdik mengajukan penambahan UPTD dari 9 unit (PPMG) menjadi 20 unit (kantor cabang Dinas Pendidikan), tujuannya kan untuk memaksimalkan pelayanan administrasi guru dan siswa. Nah, jika kepala cabangnya masih dijabat Plt, bagaimana program terserap sempurna,” papar dia.

Berpijak dari hal tersebut, ucap Al Fatah, Komisi V DPRA selaku pihak yang menangani pengawasan program peningkatan mutu pendidikan meminta kepada Plt Gubernur Aceh segera mengisi pejabat kepala cabang Dinas Pendidikan Aceh di 20 daerah. Hal ini agar pelaksanaan program dan kegiatan pendidikan untuk peningkatan mutu guru dan lulusan SMA dan SMK di Aceh bisa berjalan sesuai rencana dan mencapai target.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Syaridin yang dimintai konfirmasinya terakit permintaan Ketua Komisi V DPRA, Mohd Al Fatah, mengungkapkan, nama-nama untuk mengisi jabatan 20 kepala cabang Dinas Pendidikan Aceh di 20 kabupaten/kota sudah diusulkan ke Gubernur Aceh pada bulan lalu. Menurut informasi dari Baperjakat di Setda Aceh, ujar Syaridin, pihaknya diminta untuk menunggu dan bersabar.

Kadisdik menyebutkan, dari 20 kepala cabang Dinas Pendidikan itu, sebanyak 9 daerah sudah ditunjuk pejabat pelaksana tugas (Plt). Sedangkan 11 daerah lainnya masih kosong atau belum ada penunjukan Plt. “Penunjukan 9 Plt itu untuk mengisi jabatan di 9 UPTD Pusat Pengembangan Mutu Guru (PPMG) yang pada tahun ini namanya akan diganti menjadi kepala cabang Dinas Pendidikan Aceh,” jelasnya.

Meski pelantikan 20 kepala cabang Dinas Pendidikan definitif belum dilaksanakan, Syaridin mengklaim, pelayanan administrasi guru, kesiswaan, dan pendidikan, masih berjalan normal. Ia mencontohkan, pengurusan kenaikan pangkat dan gaji guru, tetap dilayani.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved