397 Gampong di Aceh Timur dengan status “Desa Berkembang”

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Timur, bekerjasama dengan Tenaga Ahli P3MD – PID Aceh Timur, melalui Pendamping Lokal Desa (PLD)

397 Gampong di Aceh Timur dengan status “Desa Berkembang”
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Kadis DPMG, Dr Maimun SEAk MSi, Kepala Bappeda Dr Darmawan M Ali ST MISD, dan Koordinator Tenaga Ahli P3MD – PID Aceh Timur, Yusmiadi, foto bersama usai penandatanganan Berita Acara Indeks Desa Membangun (BA-IDM) di Aceh Timur, Jumat (19/7/2019).    

397 Gampong di Aceh Timur dengan status “Desa Berkembang”

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Timur, bekerjasama dengan Tenaga Ahli P3MD – PID Aceh Timur, melalui Pendamping Lokal Desa (PLD), dan Pendamping Desa melakukan pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM) terhadap seluruh gampong di Aceh Timur, untuk mengetahui status masing-masing gampong setelah hampir 5 tahun mengelola dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah.

Koordinator Tenaga Ahli P3MD - PID Aceh Timur, Yusmiadi  yang akrab biasa disapa Abu Yus, kepada Serambinews.com, Jumat (19/7/2019) mengatakan, setiap tahun dilakukan pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM) terhadap suatu desa dengan tujuan untuk mengetahui status desa tersebut, apakah masuk kategori Desa Mandiri, Desa Maju, Desa Berkembang, Desa Tertinggal atau Desa Sangat Tertinggal.

Hal ini, kata Abu Yus, sesuai dengan Permendesa Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Indeks Desa Membangun (IDM). Sedangkan di Aceh Timur, jelas Abu Yus, sudah dua kali dilakukan pendataan IDM, yaitu tahun 2017 dan 2019.

“Hasilnya sangat menggembirakan, karena peningkatan status yang sangat signifikan,” jelas Abu Yus.

Secara global, di Aceh Timur, jelas Abu Yus, memang belum berhasil menciptakan Desa Mandiri dalam penggunaan Dana Desa yang memasuki tahun kelima. Namun, peningkatan banyak sekali berdasarkan Indeks Desa Membangunan (IDM) dengan rincian sebagai berikut.

Tahun 2017 sebanyak 2 desa dengan status “Desa Maju”, tapi tahun 2019 menjadi 28 desa. Selanjutnya, tahun 2017 sebanyak 180 desa dengan status “Desa Berkembang” tapi tahun 2019 menjadi 397 desa dengan status “DEsa Berkembang”.

“Selanjutnya, tahun 2017 sebanyak 297 desa dengan status desa tertinggal, tapi tahun 2019 menjadi 86 desa. Selanjutnya, tahun 2017 sebanyak 37 desa dengan status desa sangat tertinggal. Tapi tahun 2019 menjadi 2 desa dengan status desa tertinggal,” jelas Abu Yus.

Baca: Sekretaris KNPI Aceh Timur Kecam Pernyataan Ketua KNPI Langsa, Terkait Minta Hibah Aset Aceh Timur

Baca: DPRK Aceh Besar Sahkan APBK Perubahan Tahun 2019

Baca: Tinjau Bangunan Asrama Haji Aceh yang Terbengkalai, DPR RI Minta Segera Diselesaikan

Yusmiadi mengatakan pendataan IDM ini yang dilakukan oleh PLD, PD, bekerjasama dengan seluruh keuchik, sekdes, TPG, dan aparatur gampong lainnya dilakukan sekitar satu bulan. Sebelumnya, para PLD, dan PD ini juga telah dibekali bimtek oleh Kadis DPMG Aceh Timur, Dr Maimun SEAk MSi.

Dokumen Berita Acara Indeks Desa Membangun (BA IDM) di Aceh Timur, jelas Yusmiadi, telah ditandatangani oleh, Kadis DPMG, Dr Maimun SEAk MSi, Kepala Bappeda Dr Darmawan M Ali ST MISD, dan Koordinator Tenaga Ahli P3MD – PID Aceh Timur, Yusmiadi, Selasa 16 Juli 2019.

“Kita berharap seluruh desa agar mengpptimalkan pendamping lokal desa, dengan Dana Desa bangunlah infrastruktur, SDM agar desa melahirkan intelektual-intelektual yang akan membangun desanya kelak. Tingkatkann anggaran untuk Pelayanan Sosial Dasar seperti Kesehatan untuk Posyandu,  Pendidikan Umum di PAUD,  Pendidikan Agama di TPA. Kita berharap Dana Desa benar benar dapat dirasakan oleh masyarakat desanya sendiri terutama Rumah Tangga Miskin (RTM),” harap Abu Yus. (*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved