Penumpang KMP Sabuk Nusantara Tujuan Simeulue Ini Tiba-tiba Terjun ke Laut Lalu Hilang Ditelan Ombak

Dalam kondisi cuaca tidak kondusif, dengan kecepatan angin sekitar 28 knot dan tinggi gelombang di atas dua meter, korban belum juga ditemukan

Penumpang KMP Sabuk Nusantara Tujuan Simeulue Ini Tiba-tiba Terjun ke Laut Lalu Hilang Ditelan Ombak
Foto Kiriman Warga
Warga sedang membantu penumpang boat tujuan Pulau Dua, Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan yang tenggelam, Miinggu (16/6/2019). 

Laporan Sari Muliyasno I Simeulue

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 110, yang berlayar dari Tapak Tuan, Aceh Selatan, menuju Kabupaten Simeulue, harus putar haluan setelah seorang penumpang atas nama Wan Busra (35) jatuh ke laut, Sabtu (20/7/2019).

Nakhoda KM Sabuk Nusantara 110, Rudianto, yang dikonfirmasi Serambinews.com mengatakan bahwa kejadian jatuhnya seorang penumpang itu diketahuinya setelah dari pihak keluarga melaporkan ke anjungan kapal.

"Kita dapat laporan adanya seorang penumpang jatuh itu sekitar pukul 05.00. Saya perintahkan langsung untuk putar haluan pelan-pelan karena cuaca buruk. Untuk kita lakukan pencarian," katanya.

Baca: Diduga Pakai Kutu untuk Sebarkan Penyakit, Markas Militer Amerika Diobok-obok Parlemen

Baca: TKW Asal Nisam Diduga Alami Penyiksaan Berat di Malaysia, Tubuh Dipenuhi Bekas Luka, Gigi Rontok

Baca: Lima Tips Menambah Stamina Tanpa Menggunakan Obat-obatan Terlarang, Olahraga hingga Konsumsi Kafein

Dalam kondisi cuaca tidak kondusif, dengan kecepatan angin sekitar 28 knot dan tinggi gelombang di atas dua meter, korban belum juga ditemukan.

Dalam Kondisi cuaca untuk tidak dilanjutkan pencarian, oleh pihak keluarga pun menerima dan pelayaran dilanjutkan.

"Keluarganya langsung bilang, korban mengalami gangguan jiwa. Asalnya dari Padang dan terdaftar di dalam manifes," jelas Rudianto.

Menurut Rudianto, kejadian itu terjadi di pertengahan perairan Aceh Selatan dan Simeulue.

"Dari keluarga sudah ikhlas dan ada berita acaranya. Awalnya memang tidak ada laporan ke kapal kalau ada penumpang yang gangguan jiwa," imbuh Rudianto, yang turut didampingi petugas Syahbandar Sinabang, Tigor Manik.(*)

Penulis: Sari Muliyasno
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved