Besok MK Bacakan Putusan Sela Sengketa Pileg Aceh

Mahkamah Konstitusi (MK) akan membacakan putusan sela (dismissal) terkait sengketa perselisihan hasil pemilu

Besok MK Bacakan Putusan Sela Sengketa Pileg Aceh
For Serambinews.com
Munawarsyah 

BANDA ACEH - Mahkamah Konstitusi (MK) akan membacakan putusan sela (dismissal) terkait sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pemilu Legislatif (Pileg) di Aceh yang sebelumnya diajukan oleh partai politik atau calon anggota legislatif pada Pemilu 2019 lalu. Putusan itu akan dibacakan dalam sidang lanjutan di gedung MK, Senin (21/7) besok.

Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Munawarsyah mengatakan, putusan dismissal yang akan dibacakan tersebut akan menentukan sengketa Pileg 2019 di Aceh dilanjutkan ke sidang pembuktian atau tidak. Jika semua sengketa yang diajukan tidak dilanjutkan ke sidang pembuktian, maka KIP Aceh atau KIP kabupaten/kota di Aceh (yang ada sengketa) akan langsung menetapkan caleg terpilih dan penetapan kursi.

“Iya, jika misalnya ada sengketa yang dilanjutkan ke sidang pembuktian, maka kita belum bisa tetapkan, kalau KIP Aceh khusus yang untuk DPRA. Kalau misalnya semua sengketa yang diajukan tidak dilanjutkan, maka akan kita tetapkan calon terpilih dan perolehan kursi,” kata Munawarsyah kepada Serambi, kemarin.

Untuk diketahui, MK sudah menggelar dua kali sidang untuk sengketa dari Aceh. Selain Aceh, secara bersamaan, MK juga menggelar sidang sejumlah provinsi, seperti Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Maluku Utara, dan Provinsi Papua. Khusus dari Aceh, Mahkamah Konstitusi menerima13 laporan sengketa PHPU pada Pemilu 2019, yaitu PHPU pemilihan calon anggota DPRA di dapil 4 yang diajukan Partai Aceh, PHPU DPRK Nagan Raya dapil 1 oleh caleg Partai SIRA, PHPU DPRK Bireuen dapil 2 dan DPRK Pidie Jaya dapil 3 yang diajukan Partai Bulan Bintang (PBB).

Selanjutnya, PHPU DPRA dapil 2 dan DPRK Pidie dapil 3 yang dimohon oleh Partai Aceh, dan PHPU DPRK Aceh Singkil dapil 1 yang diajukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kemudian, PHPU DPRA dapil 6 yang diajukan Partai Nanggroe Aceh (PNA), PHPU DPR RI dapil 1 dan 2, serta DPRA dapil 3, 4, dan DPRK Bireuen dapil 2 yang diajukan Partai NasDem.

Setelah itu, PHPU di DPRK Aceh Besar dapil 5 dan DPRK Sabang dapil 1 yang diajukan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), PHPU DPRK Banda Aceh dapil 3 dari Partai Golkar, PHPU DPRA yang diajukan Partai Berkarya (menunggu konfirmasi), serta PHPU DPRA dapil 6, 4, 10, DPRK Singkil dapil 3, dan DPRK Aceh Timur dapil 3, 4 yang diajukan Partai Demokrat. Lalu, PHPU DPRA dapil 6, DPRK Aceh Timur dapil 2 yang diajukan Partai Daerah Aceh (PDA), dan terakhir PHPU DPR RI dapil 1 dan 2 yang diajukan Partai Berkarya.

Munawarsyah mengatakan, jika semua sengketa dari Aceh tidak dilanjutkan ke sidang pembuktian dalam putusan sela besok, maka akan ada salinan putusan MK kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang nantinya akan menginstruksikan KIP Aceh untuk segera menggelar penetapan calon terpilih dan penetapan kursi. “Misal ada satu saja yang dilanjut dari sekian sengketa yang diajukan itu, maka kita tetap harus mengunggu dulu sampai selesaianya sidang pembuktian,” kata Munawarsyah.

Sementara itu, bagi KIP kabupaten/kota lainnya yang tidak ada sengketa, KPU ternyata telah menyurati untuk segera menetapkan caleg terpilih. Menurut Munawar, perintah itu tertuang dalam surat Nomor PL.01.9- SD/03/KPU/VII/2019 tertanggal 17 Juli. “Paling telat penetapan lima hari setelah surat itu dikeluarkan. Jadi, Senin (besok) KIP yang tidak ada sengketa akan menetapkan calon terpilih,” pungkas Munawarsyah.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved