CJH Kloter 1 Take Off

Calon Jamaah Haji (CJH) yang tergabung dalam Kelompok terbang (Kloter) 1 Embarkasi Banda Aceh

CJH Kloter 1 Take Off
SERAMBI/BUDI FATRIA
PESAWAT Garuda Indonesia jenis Boeing 777-300 ER yang akan membawa 393 Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 1 Aceh ke Tanah Suci saat berada di Apron Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar. Jamaah yang akan menaiki pesawat melambaikan tangan ke arah para pengantar. 

BANDA ACEH - Calon Jamaah Haji (CJH) yang tergabung dalam Kelompok terbang (Kloter) 1 Embarkasi Banda Aceh, bertolak ke Tanah Suci. Sebanyak 393 jamaah yang berasal dari empat kabupaten/kota tersebut take off (lepas landas) dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Sabtu (20/7) pukul 14.30 WIB.

CJH yang berangkat kemarin berasal dari Pidie Jaya 188 orang, Kota Sabang 38 orang, Pidie 59 orang, dan Aceh Utara 100 orang. Jamaah didampingi oleh tiga petugas dari tim pemandu haji daerah (TPHD). Dari total CJH kloter 1, sebanyak 341 orang merupakan jamaah dengan status risiko tinggi (risti) dan bahkan dua orang di antaranya sudah memakai kursi roda. Namun, mereka dinyatakan layak berangkat.

Selain anggota keluarga, keberangkatan jamaah dari Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh menuju Bandara SIM turut diantar oleh Kakanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh, Kabag TU Kemenag Aceh, Saifuddin SE, Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas, dan beberapa pejabat lainnya.

Pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing 777-300 ER yang membawa jamaah tersebut ke Tanah Suci akan menempuh perjalanan selama delapan jam. Mereka dijadwalkan mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, pada pukul 17.20 waktu setempat atau sekitar pukul 21.30 WIB tadi malam. Dari Jeddah, jamaah langsung melanjutkan perjalanan darat ke Kota Mekkah dan di sama akan menempati penginapan di kawasan Syisyah.

Dalam kloter 1 tersebut, Dahlan bin Abu Bakar Ben (93) asal Pidie Jaya menjadi jamaah tertua. Sementara Intan Sukma Janiri Binti Jufri (20) asal Sabang menjadi jamaah termuda. “Jamaah kloter 1 masuk ke Asrama Haji pada Jumat (19/7). Di Asrama, mereka sudah mengikuti sejumlah acara mulai dari pelepasan oleh Pemerintah Aceh, penimbangan barang, hingga pemeriksaan kesehatan. Hasilnya, semua jamaah dinyatakan layak dan dapat berangkat,” jelas HM Daud Pakeh, kepada wartawan termasuk Serambi, di sela-sela mengantar jamaah di Bandara SIM, kemarin.

Untuk Kloter 2, sebutnya, CJH akan masuk Asrama Haji pada Selasa (23/7) dan berangkat ke Arab Saudi pada Rabu (24/7). Jamaah kloter dua berasal dari Aceh Timur, Aceh Besar, dan Banda Aceh. “Lamanya selang waktu berangkat kloter satu dan dua karena kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi. Selain itu, jadwal tersebut juga berkaitan dengan penambahan kuota jamaah haji tahun ini,” ungkap Daud Pakeh.

Sedangkan CJH kloter dua hingga kloter 12, tambahnya, akan berangkat secara berurutan mulai 23 Juli hingga 3 Agustus mendatang. “Mengingat suhu di Arab Saudi saat ini rata-rata mencapai 40-43 derajat Celcius, kami mengimbau jamaah agar selalu membawa/menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti payung/topi, sandal, masker, kacamata hitam, dan semprotan wajah agar tidak terpapar langsung dengan sinar matahari,” harap Daud Pakeh.

Setiap tahun pelayanan untuk jamaah haji terus ditingkatkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. Tujuannya, untuk memberikan kenyamanan kepada jamaah dalam menunaikan ibadah haji. Salah satu layanan terbaru pada tahun ini adalah hotel yang ditempati jamaah haji Indonesia menyediakan mesin cuci dan tempat jemuran. “Sehingga, di sela-sela melaksanakan ibadah haji nanti, jamaah dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mencuci pakaian,” ujar Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Aceh, M Nasril Lc, kepada Serambi, tadi malam.

Selain itu, sebutnya, penyelenggara katering juga menyediakan saus, kecap, gula, kopi, teh, sendok, dan gelang yang dibungkus dalam satu tas paket dan diserahkan kepada masing-masing jamaah. Sehingga, jamaah bisa langsung menyeduh kopi atau teh di kamar. Apalagi, teh dan kopi yang disediakan merupakan merk Indonesia. Tujuannya, agar rasa kopi atau teh sesuai dengan selera jamaah.

“Mungkin ada jamaah yang sudah terbiasa harus ada sambal atau kecap saat makan. Karena itu, pada musim haji kali ini di kamar jamaah sudah disediakan saus dan kecap,” ujar Nasril mengutip informasi dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari Aceh. Sementara di luar hotel, sambung Nasril, jamaah akan dilayani dengan bus shalawat selama 24 jam. Bus akan melewati hotel setiap 10 menit sekali dan akan mengantar jamaah hingga Terminal Syib Amir, dekat pintu Marwah Masjidil Haram.

Untuk semua jamaah yang tiba di Mekkah, ia mengimbau untuk meminta kartu nama hotel, kartu bus shalawat, dan kartu maktab. “Semua barang itu dimasukkan ke dalam tas yang ada bendera Indonesia dan tertulis data jamaah. Tas tersebut harus selalu dibawa kemana pun jamaah pergi. Hal itu dilakukan untuk menghindari ada jamaah yang tersesat.

Saat melakukan umrah, jamaah wajib menggunakan bus shalawat yang disediakan secara gratis. “Jamaah juga tidak diperkenankan menggunakan bus lain serta selalu menggunakan sandal dan masker saat ke luar hotel,” ungkapnya.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved