GAMIFest 2019 tanpa Saman Massal

Agenda tahunan yang diselenggarakan di empat kabupaten bertetangga, Gayo Alas Mountain International Festival

GAMIFest 2019 tanpa Saman Massal
IST
BUNYAMIN, Kabag Humas Setdakab Galus

* Karena tak Ada Dana dan Waktu yang Terbatas

BLANGKEJEREN - Agenda tahunan yang diselenggarakan di empat kabupaten bertetangga, Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2019 dipastikan tidak akan menampilkan tari saman massal seperti yang pada acara tahun 2018 lalu.

Kepastian tentang tidak adanya tari saman massal ini diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) Sekdakab Galus, Drs Bunyamin, kepada Serambi, Sabtu (20/7). “Untuk pertunjukan tari saman massal, pada ajang di GAMIFest 2019 itu tidak diadakan seperti sebelumnya,” katanya.

Salah satu penyebabnya lanjut Bunyamin, karena waktu yang sangat terbatas sehingga tidak dimungkinkan dilakukan kegiatan pelatihan. Selain itu juga karena tidak tersedianya anggaran. “Anggaran untuk tari saman massal juga tidak tersedia seperti tahun lalu. Padahal sebelumnya sempat diusulkan ke Pemerintah Pusat,” ungkap Bunyamin.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan akan ada penampilan tari saman spontan seperti yang diwacanakan oleh Sekdakab Galus. “Para pengunjung yang datang menggunakan baju Kerawang Gayo dan secara spontan akan menampilkan pertunjukan tari saman di tengah lapangan Stadion Seribu Bukit,” imbuhnya.

GAMIFest merupakan parade seni budaya yang dilaksanakan di empat kabupaten di wilayah tengah Provinsi Aceh, yaitu Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.

Pada GAMIFest 2018, kegiatan tari saman massal dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat yang melibatkan sebanyak 15.000 penari. Selain tari saman massal, Pusat juga membiayai pertunjukan tari saman dua hari dua malam atau ‘Bejamu Saman Roalo Roa Inggi’.

Terkait penyelenggaraan GAMIFest 2019, sebelumnya juga telah dilakukan pembahasan bersama antara perwakilan keempat kabupaten dengan Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), di Jakarta, pada 16 Oktober 2018 lalu. Rapat itu dibuka Deputi V Kemenko PMK, I Nyoman Shuida, dan Asisten Deputi Warisan Budaya, Pamuji Lestari.

Dalam rapat tersebut, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar meminta seluruh kementerian dan lembaga di Pusat untuk mencurahkan perhatiannya bagi pembangunan kawasan Gayo Alas. “Kawasan ini membutuhkan dotongan agar mempercepat pembangunan kawasan,” katanya.

Wakil Bupati Aceh Tengah, Bukhari, mengatakan, banyak potensi alam dan budaya kawasan yang belum tergarap karena keterbatasan anggaran. Ia menyebutkan sejumlah potensi alam Aceh Tenggara, seperti Sungai Alas dan Taman Nasional Gunung Leuser. “Tapi belum bisa sepenuhnya memberi manfaat ekonomi, kepada masyarakat, dibutuhkan berbagai langkah dan dukungan,” ujarnya.

GAMIFest (Gayo Alas Mountain International Festival) 2019 dijadwalkan akan digelar pada 19 Agustus hingga 24 November. Kegiatan ini dibuka di Kabupaten Gayo Lues, tepatnya di lapangan Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren,  dan akan ditutup di Kabupaten Bener Meriah.

“Kegiatan GAMIFest ini diikuti oleh empat kabupaten bertetangga, yakni Galus, Aceh Tengah, Aceh Tenggara dan Bener Meriah,” kata Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) Sekdakab Galus, Drs Bunyamin, kepada Serambi, Sabtu (20/7).

Untuk mengisi acara tersebut, masing-masing kabupaten akan menggelar berbagai kegiatan, namun sebagian besar kegiatan akan dipusatkan di Gayo Lues. Antara lain pertunjukan tari saman dua hari dua malam atau ‘Bejamu Saman Roalo Roa Inggi’, kemudian dimeriahkan juga dengan event pacuan kuda, rafting, seminar, serta kegiatan seni dan budaya lainnya

Tahun 2018 lalu, GAMIFest dibuka di Aceh Tengah dan ditutup di Gayo Lues. Sementara tahun 2020, kegiatan dibuka di Bener Meriah dan ditutup di Aceh Tenggara, dan 2021 dibuka di Aceh Tenggara ditutup di Aceh Tengah.(c40)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved