Citizen Reporter

Hebatnya Daurah Shaifiyah di Darul Mustafa Tarim

ALHAMDULILLAH, tahun ini saya berkesempatan mengikuti Daurah Shaifiyah di Darul Mustafa, pondok pesantren

Hebatnya Daurah Shaifiyah di Darul Mustafa Tarim
IST
TGK. ABDUL MALIK, putra Waled Nu Samalanga, peserta Daurah Shaifiyah di Darul Mustafa, Tarim, melaporkan dari Tarim, Yaman

OLEH TGK. ABDUL MALIK, putra Waled Nu Samalanga, peserta Daurah Shaifiyah di Darul Mustafa, Tarim, melaporkan dari Tarim, Yaman

ALHAMDULILLAH, tahun ini saya berkesempatan mengikuti Daurah Shaifiyah di Darul Mustafa, pondok pesantren di bawah asuhan Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh di Tarim, sebuah kota yang menakjubkan di Provinsi Hadhramaut, Yaman.

Daurah Shaifiyah adalah salah satu agenda tahunan di lembaga pendidikan yang bernama Darul Mustafa tersebut. Daurah dalam bahasa Indonesia bermakna latihan peningkatan mutu yang contoh konkretnya adalah pesantren kilat.

Daurah ini diadakan setiap tahun selama 40 hari pada musim panas. Oleh karena itu, agenda ini dinamakan Daurah Shaifiyah yang berarti daurah di musim panas. Kali ini adalah daurah yang ke- 25 diadakan oleh lembaga pencetak dai tersebut.

Hebatnya, Daurah Shaifiyah ini diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai negara, misalnya Indonesia, Malaysia, Dubai, Qatar, Singapura, Thailand, Somalia, Tanzania, Kenya, Italia, Swedia, Australia, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Inggris, dan berbagai negara lainnya. Seiring dengan itu, panitia daurah pun menyiapkan tim penerjemah berbagai bahasa sesuai kebutuhan peserta daurah.

Tahun ini, peserta daurah dari Aceh berjumlah tiga orang, yakni saya, Tgk Ahmad Tajul Fuzari, putra Tu Muhammad Dayah Muslimat Samalanga, dan Tgk Mubassyir, putra Tu Busyairi, Samalanga. Kami bertiga tiba di Tarim kurang lebih tiga minggu lalu, saat permulaan daurah pada Rabu (26/6), dan akan menjalani daurah selama 40 hari hingga selesai.

Kegiatan kami selama daurah sangatlah padat, mulai dari pagi hingga malam hari. Di antara kegiatan daurah adalah mengikuti pengajian berbagai kitab turast bersama guru-guru besar Darul Mustafa, ikut suluk dan pendidikan akhlak, maulid mingguan setiap malam Jumat, dan berbagai kegiatan lainnya yang sudah ditetapkan pihak dayah.

Mengikuti program daurah di kediaman Habib Umar ini terasa sangat nyaman dan tenteram. Pasalnya, setiap kegiatan daurah dibimbing langsung oleh para habaib (panggilan untuk keturunan Nabi Muhammad saw) besar di Tarim, seperti shalat berjamaah lima waktu setiap harinya yang diimami oleh Habib Umar, pengajian rutin harian yang diisi oleh Habib Ali Masyhur, sang Grand Mufti Kota Tarim, Habib Abu Bakar Al Adeni, sang mufakkir islami, dan tokoh-tokoh besar Tarim lainnya. Semua kegiatan daurah digembleng oleh para habaib dan masyaikh yang sudah tidak diragukan lagi kealiman dan kesalehannya.

Selain itu, peserta daurah juga dapat merasakan suasana islami yang begitu sejuk di Tarim, kota yang dikenal sebagai kota ‘Kebudayaan Islam’ di Jazirah Arab.

Bagi saya, mengikuti daurah ini merupakan hal yang benar-benar sangat menakjubkan, karena menjalani hidup selama daurah ini terasa kita punya qudwah atau panutan dalam melakukan amal kebaikan. Dari dulu, saya sudah berencana untuk mengikuti daurah di Tarim dan alhamdulillah baru tahun ini tercapai.

Di sisi lain, kedatangan saya ke Negeri ‘Para Wali’ ini juga sekaligus untuk mencari nasab saya yang ada di sini. Sekian. Semoga bermanfaat bagi pembaca, terutama bagi Syedara lon tuan yang berada di Aceh Seuramoe Mekkah. Semoga tahun depan semakin banyak pula masyarakat Aceh yang mengikuti Daurah Shaifiyah di Tarim demi merajut kembali ikatan Aceh-Tarim yang sudah terikat sejak dahulu kala. Wasalam.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved