Luar Negeri

Iran dan Inggris Saling Sita Kapal Tanker, Disebut Langkah Berbahaya

"Aturan aksi balasan sudah jamak diketahui di seluruh dunia," ucap Abbas Ali Kadkhodaei, juru bicara Dewan Penjaga Iran

Iran dan Inggris Saling Sita Kapal Tanker, Disebut Langkah Berbahaya
(REUTERS PHOTO/TASNIM NEWS)
Gambar yang dirilis Tasnim News pada 20 Juli lalu menunjukkan kapal tanker berbendera Inggris Stena Impero yang ditahan Iran setelah dianggap melanggar peraturan maritim internasional 

Tindakan Teheran itu menuai reaksi dari Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt yang melalui kicauannya di Twitter berkata, dia khawatir Iran bakal mengambil "langkah berbahaya".

Insiden itu terjadi setelah Marinir Inggris yang dibantu dengan polisi Gibraltar menyita kapal tanker super bernama Grace 1 di perairan Gibraltar pada 4 Juli.

Baca: Ketegangan Dengan Iran Meningkat, AS Terjunkan Jet Tempur Siluman F-22 Raptor ke Pangkalan di Qatar

Kapal itu dihadang setelah disinyalir membawa minyak dari Iran menuju Suriah, dan dengan demikian berarti pelanggaran terhadap sanksi yang dirilis Uni Eropa.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (19/7/2019) mengatakan, dia berharap Iran tidak mengambil langkah yang bisa semakin memperkeruh situasi.

"Karena jika mereka sampai mengambilnya, mereka bakal mendapat bayaran yang belum pernah dibayangkan orang sebelumnya," ancam presiden dari Partai Republik itu.(*)

Baca: Drone Iran Rekam 6 Kapal Perang AS di Selat Hormuz, Rilis Gambar Untuk Bantah Donald Trump

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved