Peradi: Pemerintah Dapat Membentuk Tim Hukum Kasus Anisa di Malaysia

Kasus dugaan penganiayaan berat yang dialami Anisa binti Jamil (25), seorang TKW asal Aceh di Malaysia mengundang keprihatinan berbagai pihak.

Peradi: Pemerintah Dapat Membentuk Tim Hukum Kasus Anisa di Malaysia
For Serambinews.com
TKW asal Nisam diduga alami penyiksaan berat di Malaysia, tubuh dipenuhi bekas luka, dan gigi rontok. 

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kasus dugaan penganiayaan berat yang dialami Anisa binti Jamil (25), seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Aceh di Malaysia mengundang keprihatinan berbagai pihak.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC-Peradi) Banda Aceh, Zulfikar Sawang SH ikut menanggapi kasus yang menimpa perempuan dari Gampong Krueng Tuan, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara tersebut.

“Yang pertama kami mengapresiasi respons cepat Pemerintah Aceh untuk penanganan kasus tersebut. Kita juga berharap Pemerintah Aceh terus memberi perhatian terhadap permasalahan ketenagakerjaan,” kata Zulfikar kepada Serambinews.com, Minggu (21/7/2019) malam.

Menurut Zulfikar, kekerasan yang dialami TKW di luar negeri --termasuk di Malaysia-- bukanlah isu baru.

Sejak lama hal semacam ini menjadi problema.

Karena itu, perlu evaluasi terhadap mekanisme proses sejak awal, terutama dalam hal terjaminnya kepastian perlindungan baik secara hukum maupun sosial bagi pekerja.

“Regulasi yang lebih baik harus dipikirkan untuk dilahirkan,” tandasnya.

Ketika ada permasalahan hukum, lanjut Zulfikar, tentulah langkah hukum mesti dilakukan. Apalagi terhadap tindak pidana seperti yang dialami Anisa.

Dengan adanya langkah hukum diharapkan tidak lagi terulang tindak kekerasan terhadap tenaga kerja dari Indonesia, khususnya dari Aceh.

Dalam kasus Anisa, kata Zulfikar, Pemerintah Aceh dapat membentuk tim advokasi untuk menganalisa guna menemukan langkah hukum yang strategis dalam masalah ini.

Kasus Anisa semakin memantik keprihatinan banyak pihak ketika pengurus organisasi masyarakat Aceh di Malaysia mengirim rekaman video yang memuat wawancara dengan korban serta kondisi fisik TKW tersebut yang dipenuhi bekas-bekas luka yang diakuinya akibat penganiayaan majikan tempat dia bekerja.

“Kami mengapresiasi gerak cepat Pemerintah Aceh untuk memfasilitasi pemulangan korban, namun yang lebih penting lagi Pemerintah Aceh harus mendorong agar kasus ini diproses hukum. Ini perlakuan yang sangat tidak manusiawi,” kata Bukhari bin Ibrahim, Ketua 1 Waqulja, salah satu organisasi komuniti Aceh di Malaysia.

Menurut Bukhari, pada Sabtu (20/7/2019) malam, dia bersama kawan-kawan menemui langsung Anisa di tempat sepupunya di Ampang, Selangor, tempat dia diamankan setelah berhasil keluar dari rumah majikannya yang tak ubah seperti camp penyiksaan.

“Di sanalah kami mewawancarai Anisa termasuk kronologi peristiwa yang menderanya. Kami minta rekaman wawancara ini disiarkan saja agar dunia bisa menyaksikan kebiadaban yang dialami korban,” kata Bukhari saat menyampaikan update informasi tentang Anisa kepada Serambinews.com, Minggu (21/7/2019).(*)

Baca: TKW yang Disiksa Majikan di Malaysia ini Sempat Sembunyi di Atas Pohon, Begini Kronologisnya

Baca: VIDEO - TKW Asal Aceh Korban Penganiayaan di Malaysia Ungkap Betapa Kejamnya Perlakuan Majikan

Baca: Setiap Gempa Terjadi, Ingat 20 Detik 20 Menit dan 20 Meter!

Baca: UIN Ar-Raniry Siap Tampung 4.625 Calon Mahasiswa Tahun Ini

Penulis: Nasir Nurdin
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved