Tanjung Burang Gagal Berlayar

KMP Tanjung Burang gagal berlayar dari Pelabuhan Balohan, Sabang menuju Pelabuhan Ulee Lheue

Tanjung Burang Gagal Berlayar
Kapal lambat KMP Tanjung Burang tak bisa berlayar akibat gelombang tinggi dan angin kencang. 

* Akibat Cuaca Buruk

BANDA ACEH - KMP Tanjung Burang gagal berlayar dari Pelabuhan Balohan, Sabang menuju Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, sejak Jumat (19/7). Hingga Sabtu kemarin, kapal feri tersebut belum bisa mengarungi lautan akibat cuaca buruk berupa gelombang tinggi hingga empat meter. Sementara feri lainnya, KMP BRR, sejak Jumat lalu off karena sedang memasuki masa ‘docking’ tahunan di Belawan, Sumatera Utara.

Akibat tidak beroperasinya dua kapal roro tersebut, sejumlah truk dan pikap yang mengangkut bahan sembako dan material bangunan gagal diseberangkan ke Sabang. Hingga saat ini, belasan kendaraan angkutan termasuk mobil pribadi masih dalam jalur antrean di Pelabuhan Ulee Lheue. Sementara sebagian penumpang memilih kapal cepat untuk berlayar ke Sabang.

Demikian disampaikan Kepala TU UPTD Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, Sayed Syahrul kepada Serambi, Sabtu (20/7). Jumat (19/7) lalu, katanya, Tanjung Burang sempat melayani penumpang dari Ulee Lheue ke Balohan satu trip pada pukul 7.30 WIB. Namun saat hendak berbalik ke Banda Aceh, cuaca mendadak buruk. “Demi keselamatan penumpang, syahbandar memerintahkan Tanjung Burang untuk tidak berangkat karena gelombang lumayan tinggi,” ujarnya.

Sedangkan untuk kapal cepat, kata Sayed, sempat melayani penumpang di Banda Aceh pada trip pertama dan kedua (pukul 8 dan 10 pagi). Namun pada trip ketiga atau pukul 16.00, kapal cepat gagal berlayar akibat faktor cuaca buruk. “Normalnya, kapal cepat berlayar tiga trip sehari yaitu pada pukul 8, 10, dan 16.00. Tapi cuaca saat ini tak menentu, pelayaran bisa dibatalkan demi keselamatan bersama,” katanya lagi.

Sayed Syahrul mengungkapkan hingga saat ini belum ada rencana penambahan kapal dari pihak ASDP. Karena dengan kondisi cuaca seperti ini, setiap kapal diperintahkan tidak berlayar demi menghindari hal yang tak diinginkan. “KMP Papuyu sendiri tidak bisa kita alihkan ke Sabang. Untuk rutenya ke Pulo Aceh saja tak bisa berlayar karena faktor cuaca ini,” jelasnya.

UPTD Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh memohon maaf kepada penumpang yang belum dapat diberangkatkan karena pelayaran dari Banda Aceh ke Sabang distop sementara. Jika cuaca pada Minggu (21/7) pagi membaik, lanjut Sayed, Tanjung Burang akan mulai beroperasi kembali. “Kalau tak ada halangan, Tanjung Burang akan berangkat dari Balohan ke Ulee Lheue pada pukul 7.30. Insyaallah pada pukul 10 sudah bisa mengangkut penumpang dan barang dari Ulee Lheue ke Balohan,” timpalnya.

Pada bagian lain, Kepala TU UPTD Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, Sayed Syahrul mengungkapkan saat ini KMP BRR sedang naik dock tahunan di Belawan. Menurutnya, perbaikan sparepart dan komponen kapal lainnya itu bisa memakan waktu berminggu-minggu. “Kami perkirakan BRR baru akan kembali menjelang Lebaran Idul Adha atau pertengahan Agustus mendatang,” pungkasnya.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved