Wakil Dekranasda Aceh Kunjungi Desa Kerajinan Kasab

Wakil Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati mengunjungi Desa Kerajinan Kasab di Gampong Panton

Wakil Dekranasda Aceh Kunjungi Desa Kerajinan Kasab
IST
WAKIL Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati mengunjungi Gampong Panton, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya yang merupakan desa kerajinan kasab, Sabtu (20/7). 

BANDA ACEH - Wakil Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati mengunjungi Desa Kerajinan Kasab di Gampong Panton, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, Sabtu (20/7). Dalam kesempatan itu, istri Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah ini meminta, perajin sulaman benang emas atau kasab tersebut untuk memproduksi kerajinan yang tidak terpaku pada produk adat semata.

“Jika diproduksi dengan desain modern dan elegan, kasab diyakini akan menjadi produk yang punya peminat banyak serta punya nilai jual tinggi. Produk kerajinan ini tidak bisa bertahan jika tidak ada inovasi,” kata Dyah.

Dyah Erti memuji kualitas kasab Gampong Panton tersebut. Menurutnya, sulaman-sulaman terbaru yang dihasilkan sudah semakin baik dari segi kualitas dan berbeda dengan sulaman-sulaman sebelumnya.

Kerapatan sulaman benang, ulas Dyah, juga sudah sangat rapi. Inovasi produk pun juga lebih banyak. Namun demikian, ia meminta, agar desain-desain minimalis diproduksi lebih banyak. “Sebab, masyarakat modern sekarang suka yang minimalis. Jangan banyak kali warnanya,” ujarnya.

Ia menerangkan, jika diproduksi dengan bagus dan volume yang banyak, kasab asal Panton diyakini akan membawa income tinggi bagi masyarakat. “Harapan kami, desa ini jadi desa kerajinan terbaik,” ucap Dyah seraya meminta Dekranasda Aceh Jaya untuk terus membina Gampong Panton.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Aceh Jaya, Ernani Wijaya menjelaskan, Desa Panton merupakan desa kerajinan berprestasi. Pasalnya, dua tahun berturut-turut Desa Panton menjadi terbaik kedua desa kerajinan se-Aceh. “Tahun ini adalah tahun ketiga Desa Panton ikut lomba desa kerajinan terbaik se-Aceh mewakili Aceh Jaya,” beber Ernani.

Kasab sendiri, ungkap Ernani, merupakan kerajinan rakyat yang mulai langka. Padahal, kasab punya potensi ekonomi kerakyatan yang tinggi. Karena itu, tukas dia, pihaknya terus melatih kader Dekranasda di Aceh Jaya, sehingga regenerasi pembuat kasab tetap terjaga.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved