12 Mahasiswa ADI Aceh Lulus di STID M Natsir

Sebanyak 12 mahasiswa Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh dinyatakan lulus pada Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)

12 Mahasiswa ADI Aceh  Lulus di STID M Natsir
Dok: HUMAS UIN AR-RANIRY
Calon mahasiswa mengikuti Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Lokal UIN Ar-Raniry yang dilaksanakan Sabtu (20/7/2019) di kampus setempat. 

BANDA ACEH - Sebanyak 12 mahasiswa Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh dinyatakan lulus pada Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir Bekasi, Jawa Barat. Seleksi itu diselenggarakan oleh Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru STID Mohammad Natsir di Kampus ADI Aceh, Kompleks Markaz Dewan Dakwah Aceh Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, 19 Juni lalu.

Demikian disampaikan Sekteraris ADI Aceh, Dr Abizal Muhammad Yati Lc MA, Minggu (21/7). “Alhamdulillah, ini merupakan tahun keempat mahasiswa ADI Aceh lulus di STID Mohammad Natsir dan jumlahnya pun semakin meningkat,” katanya, dan menyebut jumlah mahasiswa yang lulus tahun ini meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 6 orang.

Dijelaskan, prosesi seleksi berlangsung dalam dua tahapan yang sangat ketat. Tahap pertama, peserta mengikuti ujian tulis, yang terdiri atas bahasa Arab, bahasa Inggris, dan wawasan keislaman. Selanjutnya, mereka diuji kemampuan lisan dengan menjawab soal Alquran sejumlah 4 juz, kemampuan percakapan dalam bahasa Arab, dan tes kepribadian. “Alhamdulillah dari keseluruhan 67 mahasiswa yang lulus, 12 di antaranya berasal dari ADI Aceh,” kata Abizal.

Hal senada juga diungkapkan Direktur ADI Aceh, Dr Muhammad AR MEd yang mengaku bangga atas prestasi yang diraih mahasiswanya. “Para mahasiswa yang lulus tersebut merupakan anak-anak yang berasal dari pedalaman dan perbatasan Aceh. Mereka telah dididik selama 2 tahun di Markaz Dewan Dakwah Aceh. Kami berharap setelah menjadi sarjana nanti, mereka bisa kembali pulang kampung untuk menghidupkan dakwah,” pesannya.

Muhammad menambahkan, selama menempuh pendidikan di STID Mohammad Natsir, para mahasiswa akan mendapat beasiswa penuh, termasuk gratis biaya asrama dan makan. Di akhir kuliahnya, mereka wajib melakukan pengabdian masyarakat dengan berdakwah selama satu tahun di daerah terpencil Indonesia.(fit)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved