Gelombang Pasang Hantam Susoh

Belasan rumah di Gampong Kedai Palak Kerambil, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) rusak disapu gelombang pasang

Gelombang Pasang Hantam Susoh
SERAMBI/RAHMATSAPUTRA
WARGA menyaksikan rumah yang hancur dihantam gelombang pasang di Desa Kedai Palak Kerambil, Kecamatan Susoh, Abdya, Minggu (21/7). SERAMBI/RAHMATSAPUTRA 

* 14 Rumah Rusak

BLANGPIDIE - Belasan rumah di Gampong Kedai Palak Kerambil, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) rusak disapu gelombang pasang.

Dampak gelombang pasang ini memaksa warga yang mendiami pesisir pantai itu harus mengungsi ke rumah tetangga.

Sekretaris Desa (Sekdes) Kedai Palak Kerambil, Ridwan Saputra melaporkan, peristiwa gelombang pasang yang menerjang pesisir pantai di Kecamatan Susoh itu terjadi pada Sabtu (20/7) malam. Gelombang pasang yang memicu abrasi parah tersebut, ujarnya, menimbulkan dampak terhadap 14 rumah warga setempat.

Pasalnya, ke-14 rumah itu turut tersapu gelombang pasang yang masuk dari arah belakang. “Bahkan, enam rumah di antaranya mengalami kerusakan pada bagian dapur, yaitu milik Ali Hasyimi, Syahrial, Masri, Irwan, Mukhtaruddin dan Anhar,” jelasnya. “Dari enam rumah yang rusak itu, tiga di antaranya tergolong rusak berat, yaitu rumah milik Ali Hasyimi, Masri, dan Syahrial,” imbuh dia.

Kecuali merusak sejumlah dapur rumah warga, gelombang pasang juga memporak-porandakan tempat jemuran ikan atau tempat pengeringan ikan milik Khiariman serta tempat pembuatan boat ikan milik Abdul Jamal.

“Gudang penyimpangan barang pada tempat pembuatan boat serta sejumlah kandang kambing porak-poranda diterjang gelombang pasang,” bebernya.

Untuk diketahui, abrasi yang melanda sebagian pesisir pantai di Kecamatan Susoh, khususnya kawasan bibir Pantai Jilbab dan Gampong Kedai Palak Kerambil itu bukanlah pertama kali terjadi. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda penanganan serius dari pemerintah. Reaksi pemerintah setiap abrasi melanda kawasan itu hanya berupa pembuatan tanggul darurat dari karung berisi pasir oleh BPBD setempat.

Sebab itu, warga setempat sangat berharap pemerintah segera membuat breakwater atau pemecah ombak di sepanjang bibir pantai tersebut, guna melindungi rumah mereka dari amukan gelombang tinggi. Hal ini seperti disuarakan seorang warga yang terkena dampak abrasi, Masrizal. “Sampai saat ini, rumah kami sudah hancur namun breakwater belum juga dibangun,” ucapnya.

Masrizal khawatir, jika breakwater tidak segera dibangun, saat memasuki musim barat ke depan, besar kemungkinan seluruh rumah di Gampong Kedai Palak Kerambil, khususnya yang berada di kawasan pesisir pantai kembali disapu gelombang. “Untuk itu, kami dari masyarakat meminta persoalan ini segera diatasi sebelum bertambah parah. Kalau bisa pihak provinsi segera turun dan menangani persoalan ini,” pinta Ogek Ijan--sapaan akrab Masrizal.

Pemkab Abdya Cari Solusi
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Abdya, Muslizar MT mengaku, dirinya telah meminta kepala pelaksana (Kalak) BPBD setempat untuk segera mencari solusi mengatasi abrasi yang menggerus pesisir pantai di Kecamatan Susoh. Ia juga menekankan, BPBD secepatnya mengusulkan pembangunan breakwater di pesisir pantai tersebut ke Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat.

“Sama-sama kita ketahui, anggaran kita sangat terbatas. Kalau bikin breakwater itu minimal kan butuh anggaran antara Rp 10 miliar hingga Rp 30 miliar. Makanya kita minta dinas terkait untuk mengusulkan ke provinsi atau pusat untuk penanganan abrasi ini,” ujar Muslizar MT. “Kabarnya, untuk tahap pertama ini, BPBD sudah mengusulkan Rp 10 miliar dulu. Kita berharap ini bisa dikabulkan mengingat abrasi tersebut sudah sangat parah dan harus dilakukan penanganan secara cepat dan permanen,” tukasnya.

Meski begitu, papar Wabup, sebelum abrasi meluas dan ditangani secara permanen, tim Tagana dan BPBD Abdya sudah membuat tanggul darurat berupa pasir yang diisi dalam karung. Bukan itu saja, Dinas Sosial Abdya juga telah menyerahkan bantuan masa panik kepada para korban yang terkena gelombang pasang tersebut.(c50)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved