Keuchik Umong Seribee Tak Selewengkan DD

Dua Laporan Hasil Pemeriksanaan (LHP) Inspektorat Aceh Besar tahun 2017 dan 2018 menjelaskan

Keuchik Umong Seribee  Tak Selewengkan DD
Acehselatan.com
Ilustrasi 

* Hasil LHP Inspektorat dan Surat Ombudsman

BANDA ACEH - Dua Laporan Hasil Pemeriksanaan (LHP) Inspektorat Aceh Besar tahun 2017 dan 2018 menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan pada Gampong Umong Seuribee, Kecamatan Lhoong, ditemui bahwa pengelolaan keuangan telah memadai. Sebelumnya pengelolaan dana desa (DD) oleh Keuchik Gampong Umong Seuribee, Hanafiah, mendapat protes dari warga setempat. Warga menuntut keuchik transparansi penggunaan dana desa.

Kedua LHP itu, masing-masing Nomor: 192/IK/LHP/2017, tanggal 17 Juli 2017 dan ditandatangani inspektur Aceh Besar, Drs Marhaban.

Lalu, LHP Nomor: 13/IK/LHP-KHS/2018, tanggal 17 Desember 2018, ditandatangani oleh Sekretaris Inspektorat Aceh Besar, Teuku Zahlul, SE.

Selain LHP Inspektorat Aceh Besar, Ombudsman RI Perwakilan Aceh juga mengeluarkan surat perihal Pemberitahuan Penutupan Laporan. Surat bernomor: 0061/SRT/0110.2018/BNA-IS/V/2019 dan bertanggal 13 Mei 2019 itu menyebutkan tidak ditemukan indikasi penyimpangan penggunaan dana desa yang dilakukan Keuchik Umong Seuribee, Hanafiah, mulai proyek pembangunan jembatan Blang Tunong/Alue Raya senilai Rp 91 juta pada tahun 2016.

Begitu juga proyek pembangunan gapura gampong di tahun yang sama, yakni 2016 serta pembangunan lumbung padi tahun 2018 dengan dana sebesar Rp 61 juta, sama sekali tidak terbukti diselewengkan. “Alhamdulillah, surat LHP Inspektorat ini membuktikan tidak ada penyimpangan yang saya lakukan,” sebut Hanafiah yang mendatangi Serambi, Sabtu (20/7).

Dikatakan, tak hanya di inspektorat, ia juga dilaporkan ke Polsek Lhoong dan Ombudsman RI Perwakilan Aceh di Banda Aceh. “Karena memang tidak pernah saya selewengkan dana desa, dari tiga instansi dan lembaga itu, mulai Inspektorat Aceh Besar, Polsek Lhoong sampai Ombudsman Aceh tidak menemukan indikasi penyimpangan,” lanjut Hanafiah.

Ia pun mengaku sempat sulit menerima tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Karena, kenyataannya dari hasil pemeriksaan ketiga instasi dan lembaga tersebut tidak terbukti atau mendapati dirinya melakukan penyimpangan. “Tapi, saya mencoba belajar ikhlas menerima tuduhan tersebut. Meski, saya tahu tuduhan yang diarahkan ke saya tentang dugaan penyimpangan dana desa terhadap pembangunan di desa kami Umong Seuribee itu ada ‘sponsor’ dan ‘sutradaranya’. Tapi, saya berharap ini menjadi iktibar bagi saya,” pungkas Hanafiah.(mir)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved