Lagi, Polisi Tangkap Seorang Mahasiswi

Penyidik Polres Lhokseumawe, Jumat (19/7) sore, kembali menangkap seorang mahasiswi yang diduga terlibat dalam kasus penyebaran

Lagi, Polisi Tangkap  Seorang Mahasiswi
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

* Sebar Hoaks Terkait Dugaan Pelecehan Seksual di Pesantren An

LHOKSEUMAWE - Penyidik Polres Lhokseumawe, Jumat (19/7) sore, kembali menangkap seorang mahasiswi yang diduga terlibat dalam kasus penyebaran berita bohong (hoaks) terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Pesantren An Lhokseumawe. Dengan demikian, polisi hingga saat ini sudah menangkap empat orang yang diduga sebagai penyebar hoaks dalam kasus yang menyeret oknum pimpinan dan seorang guru ngaji di pesantren tersebut sebagai tersangka.

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum pimpinan Pesantren An (singkatan) di Lhokseumawe beserta dan seorang guru ngaji (keduanya pria), sejak beberapa waktu lalu ditahan di Polres Lhokseumawe atas dugaan melakukan pelecehan seksual pada santri pria (sesama jenis) yang berumur 13-14 tahun.

Sering waktu berjalan, melalui sejumlah media sosial muncul tulisan yang menyebutkan bahwa pimpinan Pesantren An tidak bersalah dan menyatakan pihak kepolisian terlalu memaksakan kasus ini. Sehingga, menurut polisi akibat tersebarnya tulisan tersebut akan bisa menggiring opini masyarakat dan itu akan mengganggu proses penyidikan kasus tersebut. Karenanya, polisi langsung melakukan pengusutan.

Untuk tahap awal, polisi mengamakan tiga orang yakni Hs (29), petani yang mengupload tulisan tersebut ke facebook, Im (19), mahasiswa yang memposting berita tersebut ke sebuah grup WhatsApp (WA), dan Na (21), mahasiswi yang memposting ke grup WA yang materinya diambil dari grup WA lain.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang, dalam konfrensi pers di Mapolres setempat, kemarin, menyebutkan, dalam pengusutan lanjutan terhadap kasus hoaks itu, pihaknya kembali mengamankan seorang mahasiswi asal Bireuen berinisial Jm (21). “Jm kita tangkap di Bireuen. Setelah 1x24 jam, tersangka Jm langsung kita tahan,” ujarnya.

Adapun peran tersangka Jm dalam kasus penyebaran hoaks itu, menurut Kasat Reskrim, adalah orang yang pertama kali meneruskan tulisan tersebut ke media sosial hingga terus beredar luas di facebook (fb), WA, dan media sosial lainnya. Sehingga sempat menimbulkan kegaduhan yang berdampak pada terganggunya proses penyidikan kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. “Jm mendapat tulisan itu dari seseorang (DPO) melalui japri WA. Lalau, Jm menyebarkan tulisan dimaksud melalui grup WA Bidadari Surga. Setelah itu, tulisan tersebut langsung menyebar luas ke masyarakat,” katanya.

Dari Jm, sebut AKP Indra T Herlambang, pihaknya menyita satu handphone (Hp) dan screenshoot tulisan tersebut. Jm, tambahnya, untuk sementara ini dibidik dengan Pasal 15 jo Pasal 14 ayat (1) dan (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidanan Subsider Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana sudah diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar.(bah)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved