Menolak Diajak Rujuk, Suami Bunuh Mantan Istri Dengan Air Keras, Begini Kronologinya

korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat menderita luka bakar di sekujur tubuhnya

Menolak Diajak Rujuk, Suami Bunuh Mantan Istri Dengan Air Keras, Begini Kronologinya
(ISTIMEWA/POLSEK PENUKAL ABAB)
Teguh (24) pelaku pembunuhan mantan istrinya saat diamankan petugas di kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. 

Menolak Diajak Rujuk, Suami Bunuh Mantan Istri Dengan Air Keras, Begini Kronologinya

SERAMBINEWS.COM - Teguh (24), pelaku pembunuhan Ema Malyani (24) yang merupakan mantan istrinya sendiri saat ini masih mendekam di Polsek Penukal Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, setelah ditangkap petugas.

Kepolisian Polsek Penukal Abab sebelumnya telah menetapkan Teguh sebagai daftar pencarian orang (DPO) sejak 4 Januari 2019 silam setelah dilaporkan oleh Muhajir (39) yang merupakan kakak kandung korban.

Baca: Fakta Baru Kasus Narkoba Nunung, 20 Tahun Pakai Sabu Tiap Pagi dan Sering Bareng Teman-teman Artis

Kapolsek Penukal Abab Iptu Alpian mengatakan, pembunuhan yang dilakukan Teguh tersebut dilatarbelakangi sakit hati lantaran korban menolak rujuk dengan pelaku.

Penolakan itu ternyata membuat Teguh kalap dan membuat perencanaan untuk membunuh Ema.

Dua botol air keras pun lalu dibeli Teguh seharga Rp 16.000 dari seseorang.

Selanjutnya, air keras tersebut dimasukan tersangka ke ember ukuran sedang dan diletakkan di sekitar rumah korban.

Baca: Hamil Bayi Kembar, Irish Bella Tasyakuran 4 Bulan Kehamilannya, Ammar Zoni Ngidam Belut

"Kemudian sekitar pukul 04.00 WIB pada Jumat 4 Januari 2019, pelaku menunggu korban keluar rumah. Setelah korban keluar untuk menyapu halaman langsung di siram oleh tersangka dengan air keras," kata Alpian, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (22/7/2019).

Alpian menerangkan, Teguh langsung melarikan diri usai melancarkan aksinya tersebut.

Sedangkan korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat menderita luka bakar di sekujur tubuhnya.

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved