Pengurus Segel Kantor PAN Aceh

Kantor Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Aceh, di Jalan Tgk Imum Lueng Bata, Banda Aceh, Minggu (21/7) sekitar pukul 17.15 WIB,

Pengurus Segel Kantor PAN Aceh
Serambi
Pengurus dan kader DPW PAN Aceh menyegel kantor mereka yang beralamat di Jalan Tgk Imuem Lueng Bata, Banda Aceh, Minggu (21/7/2019). Foto Subur Dani 

BANDA ACEH - Kantor Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Aceh, di Jalan Tgk Imum Lueng Bata, Banda Aceh, Minggu (21/7) sekitar pukul 17.15 WIB, disegel oleh pengurus harian dan kader partai tersebut. Penyegelan itu mereka lakukan sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan DPP PAN yang mengukuhkan Teuku Hasbullah sebagai Ketua (Definitif) DPW PAN Aceh Periode 2015-2020.

Pantauan Serambi, sejumlah petinggi PAN Aceh yang juga pengurus harian partai berlambang matahari itu turut hadir dalam penyegelan tersebut. Di antaranya, beberapa wakil ketua seperti Sulaiman Ali dan Asrizal Asnawi (anggota DPRA), Mawardi Ali (Bupati Aceh Besar), Asrul Abbas, dan beberapa pengurus harian lainnya.

Beberapa orang di antara merka kemudian menyegel pintu masuk kantor tersebut dengan menempel spanduk bertuliskan “Kantor DPW PAN Aceh Ditutup/Disegel oleh Kader PAN Aceh dan Pengurus Harian DPW PAN Aceh.” Sementara bebarapa kader lain menurunkan baliho bergambar Teuku Hasbullah yang terpasang di halaman kantor itu, lalu mereka menggembok pintu pagar kantor yang diberi nama ‘Rumoh PAN Aceh’ tersebut.

Wakil Ketua PAN Aceh, Asrul Abbas, menegaskan, penyegelan itu dilakukan karena pihaknya tak menerima keputusan DPP PAN yang baru-baru ini mengukuhan Teuku Hasbullah sebagai Ketua (definitif) DPW PAN Aceh dan Irfannusir Rasman sebagai Sekretaris.

Untuk diketahui, Teuku Hasbullah, dalam beberapa bulan terakhir menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua PAN Aceh, menggantikan Anwar Ahmad SE, yang mengundurkan diri karena maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh pada Pemilu 2019.

Kemudian, pada 18 Juli lalu, DPP PAN mengeluarkan surat bernomor PAN/A/kpts/KU-SJ/009/VII/2019 tentang pengukuhan Ketua dan Sekretaris DPW PAN Aceh Periode 2015-2020. Dalam surat itu disebutkan, menetapkan dan mengukuhkan Teuku Hasbullah sebagai Ketua (definitif) PAN Aceh dan Irfannusir Rasman sebagai Sekretaris.

Surat itu ditandatangani Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Konon, keputusan itu dikeluarkan DPP karena disebut-sebut sesuai dengan hasil keputusan rapat internal DPW PAN Aceh pada 29 Juni 2019, di bawah pimpin Teuku Hasbullah yang saat itu masih menjabat sebagai Plt Ketua PAN Aceh.

Itulah sebabnya pengurus dan kader PAN Aceh berang. Mereka tak menerima pengukuhan atau penunjukan ketua dan sekretaris definitif tersebut, hingga berani menyegel kantor tersebut. “Pengukuhan itu tak melalui mekanisme rapat PAN Aceh. Rapat kami pada 29 Juni 2019 tak membahas penggantian pengurus (ketua definitif). Kami tak menyalahkan DPP yang sudah mengeluarkan keputusan itu, tapi ada mekanisme yang tidak dijalankan dan ada misskomunikasi dengan DPP terkait hal tersebut,” ungkap Asrul.

Dijelaskan, rapat internal PAN Aceh pada 29 Juni lalu hanya membahas persiapan bimtek anggota DPRK dan DPRA terpilih dan beberapa hal lain. Namun, sebutAsrul, pihaknya sangat terkejut saat melihat surat DPP PAN yang mengukuhkan Teuku Hasbullah dan Irfannusir Rasman sebagai Ketua dan Sekretaris (definitif) DPW PAN Aceh. “Sesuai AD/ART partai, seharusnya penggantian pengurus dibahas secara demokratis,” katanya.

Sementara Wakil Ketua I PAN Aceh yang juga Ketua Fraksi PAN di DPRA, Sulaiman Ali, mengatakan, penunjukan Teuku Hasbullah sebagai Plt Ketua PAN Aceh, itu cacat prosedur atau tak sesuai AD/ART partai. “Yang jadi Plt ketua menggantikan Anwar Ahmad seharusnya wakil ketua bukan sekretaris yang kala itu dijabat Teuku Hasbullah,” katanya.

Selain itu, menurut Sulaiman, Plt ketua harusnya menyiapkan musyawarah wilayah luar biasa (musywillub) untuk penggantian ketua definitif, dan tak menyampaikan surat atau informasi lain kepada DPP agar segera ditunjuk ketua definitif. “Bagaimanapun, ketua definitif harus ditunjuk melalui musywilub. Jadi, Plt ketua semestinya menyiapkan itu,” pungkasnya.

Terpisah, Teuku Hasbullah, saat dikonfirmasi Serambi, tadi malam, menyayangkan penyegelan kantor PAN Aceh yang dilakukan pengurus harian dan kader partai tersebut. “Seharusnya kita bisa duduk untuk bicara. Tapi, tidak apa-apa nanti kita akan panggil semua untuk bicarakan kembali masalah ini,” kata pria yang kerap disapa Bang Bob itu.

Terkait surat pengukuhan yang sudah dikeluarkan oleh DPP PAN, Teuku Hasbullah mengaku tidak pernah meminta agar dirinya dikukuhkan sebagai Ketua Definitif PAN Aceh. “Dalam surat kita minta dikukuhkan sekretaris, kita kirim tiga nama. Saya tidak minta agar saya dikukuhkan menjadi ketua definitif,” ujar Hasbullah.

Ia juga menyayangkan karena pihak yang menyegel kantor itu mengatasnamakan pengurus harian, padahal itu hanya beberapa orang saja. “Tapi, tak apa-apa, karena semua punya niat yang sama untuk membesarkan partai. Nanti akan kita bahas ini secara bersama-sama,” pungkas Teuku Hasbullah.(dan)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved