Presiden Filipina Minta Kongres Terapkan Lagi Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba dan Perampok

"Dengan hormat, saya meminta kepada Kongres supaya membuka kembali hukuman mati bagi pengedar narkoba dan juga perampok,"

Presiden Filipina Minta Kongres Terapkan Lagi Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba dan Perampok
NOEL CELIS / POOL / AFP
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte meminta kepada Kongres Filipina supaya menerapkan kembali hukuman mati bagi para pengedar narkoba serta perampok.

Pernyataan itu dia sampaikan setelah perang melawan barang haram yang dia canangkan sejak 2016 silam menuai banyak kecaman dari komunitas internasional.

Didukung popularitas yang tinggi serta sekutu yang duduk di lembaga negara, Duterte menggunakan pidato kenegaraan tahunan untuk mendesak adanya tindakan tegas.

Baca: Fakta Baru Kasus Narkoba Nunung, 20 Tahun Pakai Sabu Tiap Pagi dan Sering Bareng Teman-teman Artis

"Dengan hormat, saya meminta kepada Kongres supaya membuka kembali hukuman mati bagi pengedar narkoba dan juga perampok," katanya dilansir AFP Senin (22/7/2019).

Presiden berjuluk The Punisher itu juga menuturkan kejahatan lain yang patut mendapatkan hukuman tegas adalah korupsi yang dianggapnya sudah menjalar.

"Rekan saya sesama warga negara, ini adalah komentar menyedihkan di mana kita tak bisa membedakan kebutuhan dan keserakahan maupun prasangka kita," tegas Duterte.

Baca: Iran dan Inggris Saling Sita Kapal Tanker, Disebut Langkah Berbahaya

Kampanye anti-narkoba yang disebut sudah menelan nyawa ribuan orang itu mendapat perhatian baik dari Badan HAM PBB maupun Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Bahkan, ICC sudah melakukan penyelidikan awal untuk membuktikan apakah terjadi pembunuhan ekstrayudisial.

Dalam pidatonya, Duterte menyinggung isu itu.

"Duterte, pembunuhan ekstrayudisial, dilaporkan ke ICC," tuturnya.

Baca: Pesawat Cessna Jatuh di Sungai di Jawa Barat, Setelah Oleng Sempat Tabrak Kabel Listrik

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved