Breaking News:

Bagaimana Hukum Bayar Upah Sembelih dengan Kepala Hewan Kurban? Ini Jawaban Syeikh Ali Jaber

Pada hari raya Idul Adha, umat muslim di seluruh dunia menjalani amalan sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW yaitu menyembelih hewan kurban.

Editor: Amirullah
SERAMBI/YOCERIZAL
Warga Gampong Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh membagi daging kurban untuk diserahkan kepada warga, Sabtu (2/8/2017) 

SERAMBINEWS.Com - Idul Adha identik dengan kurban.

Pada hari raya Idul Adha, umat muslim di seluruh dunia menjalani amalan sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW yaitu menyembelih hewan kurban.

Dalam ber kurban, kita harus mengetahui beberapa pemahaman tentang tata cara ber kurban dan hal-hal tentang ber kurban dengan benar.

Berdasarkan keputusan Pemerintah, Idul Adha tahun ini akan jatuh pada 11 Agustus 2019 nanti.

Segala persiapan menyambut hari kurban ini tentunya sudah mulai disiapkan, yakni mulai dari mempersiapkan uang untuk membeli hewan yang akan diqurbankan di hari raya Idul Adha.

Di Indonesia ternyata pemahaman tentang tata cara pelaksanaan ibadah kurban masih banyak yang keliru, bahkan masih banyak yang belum memahaminya.

Syeikh Ali Jaber meluruskan beberapa pemahaman yang keliru tentang tata cara pelaksanaan ibadah kurban.

Ada tiga hal yang beliau sorot yaitu tentang jumlah kurban per-orang, memakan daging qurban dan pembayaran ongkos penyembelihan dengan kulit hewan qurban.

Baca: Aksi Penebangan Liar Marak Lagi di Kawasan Makam Cut Meutia

Baca: Bos Gojek Diisukan Gabung PDI Perjuangan, Benarkah? Ini Jawaban Hasto

1. Jumlah Kurban

Persoalan pertama yang beliau luruskan adalah tentang jumlah qurban. Ada pemahaman yang berkembang di masyarakat, satu orang wajib ber kurban dengan satu ekor kambing.

Apabila dalam sebuah keluarga ada lima orang anak, maka menjadi genap tujuh orang sehingga wajib ber kurban dengan 1 ekor sapi (konversi dari 7 ekor kambing).

Jika tidak mampu, maka bisa berqurban dengan kambing dahulu, misal tahun ini mampu 1 ekor kambing atas nama istri, tahun depan atas nama anak, demikian seterusnya hingga seluruh anggota keluarga sudah dijatah per 1 ekor kambing.

"Ini hal keliru! Qurban berbeda dengan Aqiqah dan Zakat Fitrah yang dihitung perorang. Qurban hitungannya perkeluarga bukan perorang.

Ketika nabi Ibrahim AS hendak sembelih Ismail, diganti dengan 1 ekor kambing oleh Allah SWT, padahal Ibrahim beserta 2 istri dan 2 anak harusnya lima ekor.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved