Pesawat Cessna Jatuh di Indramayu, Korban & Bangkai Pesawat Berhasil Dievakuasi

Diketahui, kedua korban adalah Arthur Arfa (24) dalam keadaan selamat dan Muhammad Salman Al Farisi (25) dalam keadaan meninggal dunia.

Pesawat Cessna Jatuh di Indramayu, Korban & Bangkai Pesawat Berhasil Dievakuasi
Tribun Cirebon.com/Handhika Rahman
Proses evakuasi bangkai pesawat Cessna 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

SERAMBINEWS.COM, INDRAMAYU - Penyelamatan terhadap korban jatuhnya pesawat milik Angkasa Aviation Academy jenis Cessna 172 dengan Call Sign/ Registrasi : PK-WGU sudah selesai terevakuasi, Selasa (23/7/2019).

Seperti diberikatan sebelumnya, pesawat milik Angkasa Aviation Academy jenis Cessna 172 terjatuh di Sungai Rambatan Cimanuk Desa Lamaran Tarung Blok Kijang Satu, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu pada Senin (22/7/2019) kemarin sekitar pukul 14.50 WIB.

Wakapolres Indramayu, Kompol Fajar Widyadharma mengatakan, dari hasil evakuasi tersebut dapat diselamatkan satu orang korban, dan untuk satu korban lainnya dalam keadaan meninggal dunia.

Diketahui, kedua korban adalah Arthur Arfa (24) dalam keadaan selamat dan Muhammad Salman Al Farisi (25) dalam keadaan meninggal dunia.

"Dalam waktu 1x24 jam alhamdulillah kami beserta instansi terkait berhasil mengevakuasi korban berikut dengan bangkai pesawat," ujar dia kepada awak media saat konferensi pers di lokasi jatuhnya pesawat.

Baca: TERBONGKAR! Percakapan Nunung-Iyan Sebelum Digerebek, Ucapan Sumpah Terhenti karena Polisi Datang

Baca: Ratusan Pelajar Tulungagung Menjadi Pecinta Sesama Jenis, Gubenur Jatim Minta Guru Merazia Siswa

Baca: Mengapa Kebanyakan Pesawat Terbang Komersial Berwarna Putih? Ternyata Ini Alasannya

Wakapolres pun menjelaskan, korban yang sebelumnya tenggelam itu berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Selasa (23/7/2019) sekitar pukul 09.35 WIB.

Sedangkan untuk pengangkatan bangkai pesawat dilakukan pada hari yang sama sekitar pukul 14.20 WIB.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, saat prosesi evakuasi pihaknya mendapat beberapa kendala di hari pertama, hal itu dikarenakan sulitnya medan menuju lokasi dan minimnya penerangan. Sehingga, proses evakuasi harus berlanjut di hari selanjutnya.

"Kami mengalami kesulitan untuk mengadakan alat berat dengan kondisi jalan yang jauh dan visibilitas sudah berkurang sehingga kami harus menunda pekerjaan kami hingga pagi hari tadi," ucap dia.

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved