Teungku Keluhkan Jatah Dayah

Mandeknya Rp 2 triliun uang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2019

Teungku Keluhkan Jatah Dayah
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
SUDIRMAN, Anggota DPD RI asal Aceh 

* Ekses Rp 2 Triliun Tak Bisa Dicairkan

BANDA ACEH - Mandeknya Rp 2 triliun uang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2019 sehingga tidak bisa dicairkan tahun ini, ternyata berdampak terhadap sebagian masyarakat Aceh. Soalnya, uang sebesar itu mencakup beberapa aspirasi masyarakat, salah satunya aspirasi teungku-teungku atau pimpinan dayah/pesantren di Aceh.

Seperti pernah diberitakan, dalam anggaran Rp 2 triliun yang dipastikan Anggota Komisi VII DPRA, Kautsar, tidak bisa dipakai dan berpotensi menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) dalam tahun ini, terdapat Rp 400 miliar yang dialokakan untuk pembangunan atau pun pengembangan dayah/pesantren di Aceh.

Buntut dari itu, beberapa teungku dayah di Aceh mengeluh dan curhat kepada orang-orang yang dianggap pantas, karena sejumlah dayah yang sudah diusulkan mendapat bantuan anggaran melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRA tersebut hingga kini belum menerima sepeser pun lantaran usulan itu disebut-sebut belum ditandatangani oleh Plt Gubernur Aceh.

Kemarin, beberapa teungku dayah dari Aceh Utara dan Lhokseumawe datang ke Banda Aceh, ingin berjumpa dengan elite untuk menyampaikan keluhan tersebut. Hingga akhirnya, salah satu teungku, yakni Tgk Ridwan A SH, Pimpinan Dayah Baburrahmah dari Jalan Line Pipa Gampong Paloh Punti, Kota Lhokseumawe menelepon Anggota DPD RI dari Aceh, H Sudirman alias Haji Uma.

Haji Uma memang dikenal sebagai sosok yang kerap mendengar curahan hati masyarakat akar rumput. Kepada Haji Uma, Tgk Ridwan mengeluh karena hingga kini anggaran yang dialokasikan untuk seluruh dayah di Aceh itu belum bisa dicairkan. Kepada Haji Uma, dia mengaku, dayahnya salah satu dayah yang sudah diverifikasi untuk mendapatkan bantuan tersebut.

Akhirnya, Haji Uma menghubungi Serambi untuk menyampaikan keluhan teungku dayah tersebut, bahkan pemeran Abu Yusniar dalam serial komedi Aceh ‘Eumpang Breuh’ itu mengirim bukti rekaman telepon dirinya dengan Teungku Ridwan. Saat teungku itu menelepon, Haji Uma mengaku sedang berada di Jakarta.

“Ada aspirasi kami sedikit dari dewan, tapi sampai sekarang tidak bisa diteken oleh Plt Gubernur, katanya. Kami sudah putar-putar tak tahu mengadu ke mana lagi, makanya kami mengadu ke Teungku Haji,” keluh Tgk Ridwan kepada Haji Uma.

Dia tambahkan, saat pihaknya menanyakan kejelasan dana itu ke Dinas Pendidikan Dayah Aceh, dinas tersebut sudah menyerahkan lagi usulan itu kepada Pemerintah Aceh karena hingga kini belum ditandatangani.

“Padahal, kami sudah cukup senang saat konsultan datang ke dayah untuk menggambar maket pembangunan dayah. Tapi sekarang sudah tersendat, katanya Plt Gubernur tidak mau teken SK karena alasannya dinas keuangan tidak mau paraf,” kata Tgk Ridwan kepada Haji Uma.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved