Kasus Suami Bantai Istri dan Dua Anak Direkonstruksi

Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Selasa (23/7), menggelar rekonstruksi (reka ulang) kasus pembunuhan terhadap ibu rumah tangga

Kasus Suami Bantai Istri dan Dua Anak Direkonstruksi
IST

LHOKSEUMAWE - Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Selasa (23/7), menggelar rekonstruksi (reka ulang) kasus pembunuhan terhadap ibu rumah tangga, Irawati Nurdin (35), serta dua anak kandungnya Zikra Muniza (12) dan Yazid (18 bulan), di Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Dalam 20 adegan yang diperagakan pada rekonstruksi itu antara lain terungkap bahwa tersangka Aidil Ginting (40) yang tidak lain adalah suami ketiga korban masih menggorok leher dan memotong urat nadi istrinya walau saat itu ia sudah tumbang berlumuran darah akibat sebelumnya beberapa kali ditusuk oleh tersangka.

Sementara Yazid, sebelum dibunuh sempat digendong oleh tersangka karena terus menangis setelah ibunya dibunuh. Tapi, setelah didudukkan kembali, tersangka kemudian mengambil pisau dan selanjutnya menusuk leher Yazid. Setelah korban meninggal, lalu tersangka memasukkan jenazah bayi tak berdosa itu ke bak air di kamar mandi dalam kamar tidurnya.

Pantauan Serambi, sekitar pukul 09.00 WIB kemarin, lokasi kejadian atau rumah korban di Ulee Madon sudah dikawal polisi bersenjata lengkap. Satu kendaraan taktis (rantis) ikut dikerahkan ke tempat tersebut. Selain itu, bagian depan hingga samping rumah itu di-police line. Rekonstruksi tersebut turut disaksikan oleh ratusan warga setempat.

Sekitar pukul 10.45 WIB, tersangka yang sudah dipakaikan topeng dibawa ke dalam rumah itu. Kedatangan Aidil langsung disambut dengan teriakan warga. Setelah tersangka berada dalam rumah, adegan dimulai di teras lantai dua. Awalnya, tersangka berbincang dengan korban Irawati. Beberapa saat kemudian terjadi cek-cok mulut antara keduanya. Lalu, mereka turun menuju dapur. Menurut kronologi yang diperagakan tersangka, korban Irawati lebih dulu berupaya menikam dirinya dengan pisau dapur. Karena itu, tersangka kemudian mengambil pisau lipat dalam tasnya yang digantung di tangga, lalu menikam korban berkali-kali hingga tumbang.

Anak Irawati yaitu Muniza (12) dan Yafid (16 bulan) yang saat itu duduk di tangga rumahnya menangis melihat peristiwa tersebut. Ketika sedang menangis, Muniza sempat berteriak minta tolong. Makanya, tersangka langsung mendatangi Muniza dan kemudian menusuk pisau beberapa kali ke tubuhnya. Usai ditusuk, Muniza sempat merangkak hendak naik tangga, namun dia meninggal di tangga tersebut.

Usai mengeksekusi Muniza, tersangka melihat Irawati masih bernapas. Karena itu, ia langsung mendekat dan kemudian menggorok leher serta memotong nadi Irawati. Sedangkan bayi Yafid, dari dekat tangga merangkak ke tempat ibunya yang sudah meninggal dunia. Tersangka sempat menggendong bayi itu sambil duduk. Tapi, karena terus menangis, tersangka meletakkan kembali bayi tersebut di lantai. Selanjutnya ia mengambil pisau miliknya yang sempat diletakkan di lantai dan kemudian menusuk leher anak tersebut. Lalu, bayi yang sudah meninggal dunia itu dimasukkan ke bak air di kamar mandi dalam kamar tidurnya.

Setelah melakukan tindakan yang kejam itu, tersangka mencuci tangan dan mengganti pakaian. Lalu, ia keluar rumah sambil menjinjing tas. Saat berada di depan rumah menunggu angkutan umum untuk lari ke Banda Aceh, tersangka sempat melihat Zikri (korban yang selamat) berada di lantai dua rumahnya sedang menangis. Tapi, tersangka tidak melihat lagi Zikri melompat dari lantai dua untuk menyelamatkan diri.

Usai rekonstruksi sekitar pukul 12.30 WIB, tersangka langsung dibawa kembali keluar rumah oleh anggota Brimob bersenjata lengkap. Lalu, ia dimasukkan ke dalam Rantis. Warga kembali meneriaki tersangka saat ia dikeluarkan dari rumah tersebut oleh polisi. Sesudah itu, tersangka dibawa ke Mapolres Lhokseumawe untuk ditahan kembali.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim, Indra T Herlambang, mengatakan, hasil rekontruksi, ada beberapa adegan yang tidak sesuai dengan berita acara. Contohnya, saat rekonstruksi tersangka menikam istrinya dari belakang, sementara dalam berita acara tersangka mengaku tak ingat kapan menikam korban. “Nanti kami akan lakukan penyesuaian terkait pidana baru yang ditemukan tersebut,” katanya. Dengan selesaianya rekonstruksi, menurut Kasat Reskrim, pihaknya tinggal merampungkan berkas dan selanjutnya akan diserahkan ke jaksa untuk diteliti.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Selasa (7/5) menjelang subuh, digegerkan dengan temuan mayat seorang ibu rumah tangga bersama dua anaknya dengan luka gorok dan luka tusuk di tubuhnya. Ketiga korban adalah Irawati Nurdin (35) serta dua anak kandungnya Zikra Muniza (12) dan Yazid (18 bulan). Sementara dua anak korban lainnya selamat. Mereka adalah Riski (15) yang saat insiden itu sedang mengikuti tadarus di masjid desa setempat dan Zikri (4) yang saat terjadi pembunuhan tersebut berhasil lompat dari lantai dua ruko.

Sesuai hasil penyidikan polisi, motif pembunuhan ini adalah ekonomi. Polisi menyimpulkan, pembunuhan itu diduga sudah direncanakan tersangka yang gagal mendapatkan hak atas harta gono gini dari suami pertama korban. Sementara versi tersangka, pembunuhan sadis itu dilakukan tersangka karena ada cek-cok antara istrinya akibat dirinya berpenghasilan minim karena hanya bekerja sebagai kuli bangunan.

Polisi membidik tersangka dengan tiga undang-undang (UU), yakni melanggar Pasal 340 jo 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pembunuhan, Pasal 80 ayat (3) UU Nomor 45 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 44 ayat (3) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Karena itu, tersangka terancam dihukum mati atau penjara seumur hidup.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved