Liga 2 Indonesia

Klasemen dan Jadwal Liga 2 Pekan Ke-7, Persiraja dan Persewar Puncaki Wilayah Barat & Timur

Kompetisi kasta kedua Indonesia, Liga 2 2019, memasuki pekan ketujuh pada pekan ini.

Klasemen dan Jadwal Liga 2 Pekan Ke-7, Persiraja dan Persewar Puncaki Wilayah Barat & Timur
SERAMBI/BUDI FATRIA
Pemain Persiraja, Defri Rizki dan Ferry Komul meluapkan kegembiraan usai membobol gawang pemain Blitar Bandung United dalam lanjutan Liga 2 Indonesia, di Stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh tadi malam. Persiraja unggul 2-1. 

Dengan demikian, tim besutan Hendri Susilo ini unggul dua poin dari PSMS Medan yang berada di urutan runner-up.

Seperti diketahui, sore kemarin, Ayam Kinantan--julukan PSMS--sukses menekuk Persita Tangerang di Stadion Teladan.

Tuan rumah harus menunggu gol penentu kemenangan hingga enam menit menjelang bubaran.

Gol semata wayang tersebut dilesatkan sang kapten, Legimin Raharjo melalui eksekusi tendangan 12 pas.

Sebaliknya, Blitar Bandung United dengan kekalahan tadi malam masih tetap bercokol di peringkat sembilan.

Dari tiga pertandingan away di Pulau Sumatera, tim satelit Persib Bandung asuhan Liestiadi ini gagal membawa pulang angka.

Padahal, Faumi Syahreza dkk sudah mematok satu poin di Lampineung.

Kemenangan di pekan ke-7 tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan anak-anak Lampineung.

Andika Kurniawan, Luis Irsandi, Ikhwani Hasanuddin, plus Irvan Mofu Musi belum pernah kalah di enam partai terakhir musim ini.

Satu-satunya kekalahan yang mereka alami adalah ketika bertandang ke markas Persibat Batang, Jawa Tengah di partai pembuka Liga 2 musim ini.

Saat itu, Laskar Rencong--julukan lain Persiraja--menyerah 0-1.

Hasil mengesankan di dua laga kandang ini tentu saja menjadi modal penting bagi Persiraja untuk menghadapi melakoni ‘tur maut.’

Ya, ke depan Assanur ‘Torres’ Rijal dkk harus memainkan pertandingan tandang ke markas Sriwijaya FC Palembang, BaBel United FC, dan terakhir ke PSCS Cilacap, Jawa Tengah.

Tiga laga ini terhitung berat dan menguras tenaga.

Keunggulan Persiraja dalam laga tadi malam diawali oleh gol gelandang serang, Defri Riski pada menit 20.

Gol ini berawal sodoran bola dari tengah lapangan yang mengarah ke areal pertahanan Blitar Bandung United.

Bola yang meluncur tersebut disambut penyerang Persiraja, Irfan Yunus Mofu.

Lalu, pemain asal Makassar ini mengarahkan bola kepada Defri Riski yang berada di depan gawang.

Pemain kelahiran Takengon, Aceh Tengah ini pun kemudian berhasil memperdayai kiper Blitar Bandung United, Reky Rahayu.

Bergetar lah gawang tim tamu dan skor pun menjadi 1-0 untuk Persiraja.

Penonton yang memenuhi semua penjuru tribun pun langsung berteriak merayakan gol Defri.

Bagi pemain berkostum 77 tersebut, ini merupakan gol keempatnya pada musim 2019.

Sebelumnya, dia sukses mencetak gol ke gawang PSPS Riau, Perserang, dan Cilegon United.

Kecolongan satu gol tak membuat pasukan The Black Cats--julukan Blitar Bandung United--patah semangat.

Faisal Ramadoni bahu membahu bersama Samsul Pelu, Faumi Syahreza dan Rezam Baskoro balik menekan lini bawah tuan rumah.

Hasilnya, Muhammad Rezham Baskoro mampu menjebol gawang Persiraja di menit 70 memanfaatkan bola rebound.

Persiraja memastikan kemenangan berkat jasa pemain asal Ternate, Zamrony.

Pada menit 78, kerja sama tiga pemain Lantak Laju di depan kotak penalti lawan mampu memperdaya kiper Reky Rahayu.

Permainan ala tika-taka ini mampu diselesaikan dengan mulus oleh Zamrony.

Bagi mantan punggawa Persiter Ternate tersebut, ini merupakan gol keduanya pada musim 2019.

Gol playmaker Persiraja itu disambut gembira oleh ribuan penonton yang memadati Stadion Lampineung.

Hingga duel berakhir, tuan rumah menang 2-1.

Pelatih Persiraja, Hendri Susilo, secara terbuka mengakui, permainan anak asuhnya dalam laga tadi malam merupakan yang terburuk sepanjang tujuh laga yang sudah dilakoni.

“Meski hasil akhir kami menang, namun banyak yang harus diperbaiki dan dievaluasi terutama terkait pola main,” komentarnya di ruang konferensi pers seusai pertandingan, tadi malam.

Ia menambahkan, Farizal Dillah dimasukkan untuk menggantikan posisi Irvan Mofu Musi di menit 61 sebagai taktik tim.

Namun, permainannya tak seperti diharapkan. Sehingga, ia langsung diganti kembali dengan Ferry Komul pada menit 85.

“Permainan Dillah tak seperti di latihan. Karena itu, saya menariknya kembali agar strategi tim berjalan,” ungkap pelatih asal Bukittingi, Sumatera Barat, ini.

Sementara Arsitek Blitar Bandung United FC, Liestiadi, mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit.

Menurutnya, beberapa kali pelanggaran yang dilakukan lawan terhadap pemainnya dibiarkan oleh pengadil.

Sementara saat mereka menyegol pemain tuan rumah, langsung menjadi pelanggaran.

Diakui pelatih asal Medan ini, pertandingan tadi malam sebenarnya berlangsung menarik. Kedua tim saling menyerang.

Namun, perilaku wasit merusak segalanya. “Anak-anak sudah semangat saat berhasil meyamakan kedudukan.

Namun, ketidakadilan wasit membuat kamu harus menelan kekalahan,” pungkas Liestiadi.

Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved