Jurnalisme Warga

Lambarih, Desa Produktif Binaan Pemerintah Aceh

SUARA mesin pompa air merek General WP 20 tak henti menderu-deru. Sebuah kolam ikan ukuran 4 x 12 meter

Lambarih, Desa Produktif Binaan Pemerintah Aceh
IST
HAYATULLAH PASEE, aktif di Forum Aceh Menulis (FAMe) Banda Aceh, Amil Baitul Mal Aceh, dan praktisi Humas, melaporkan dari Sukamakmur, Aceh Besar

Ia berharap jika hasilnya bisa surplus nantinya atau pemerintah ingin membantu akan membeli mesin tersebut, pakan ikan tak perlu lagi dibeli dari Medan. Ia bercita-cita tidak ada lagi orang miskin di gampong tersebut melalui pemberdayaan budi daya ikan nila.

Gampong produktif
Sejak tiga tahun terakhir, Baitul Mal telah menggelontorkan dana Rp 1,6 miliar khusus untuk program grampong (desa) produktif. Dana tersebut diberikan melalui Baitul Mal Gampong.

Program ini dibuat untuk menciptakan kemandirian masyarakat miskin yang ada di gampong-gampong. Pembentukan gampong produktif ini sebagai implementasi dari Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2007 yang ditujukan untuk menjadikan suntikan bagi gampong dalam mengembangkan Baitul Mal di gampong tersebut. Selain meningkatkan kemandirian gampong, juga untuk pengurangan dan menekan angka kemiskinan.

Pada tahun 2016, Baitul Mal Aceh memberikan kepada 20 gampong yang dinilai memiliki potensi ekonomi untuk dikembangkan. Masing-masing gampong menerima bantuan sebesar Rp 30 juta.

Selanjutnya pada tahun 2017 dan 2018 ditingkatkan lagi menjadi 20 gampong. Selain menambah jumlah gampong, ada juga yang ditambah modal usahanya karena gampong tersebut dianggap sukses memberdayakan masyarakat dan juga gampong baru pascaverifikasi tim Baitul Mal Aceh.

Sektor yang sudah pernah dibantu melalui program ini dari berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, dan peternakan. Untuk sektor pertanian ada budi daya jahe merah di Gampong Lam U dan nilam di gampong Data Makmur, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar.

Untuk sektor peternakan, Baitul Mal Aceh juga memberikan bantuan kepada Gampong Bueng, Jantho, untuk peternakan lebah, ternak sapi dan kambing untuk wilayah Lhoknga, dan budi daya ayam petelur di Gampong Krueng Lamkareung, Montasik, Aceh Besar. Sedangkan untuk sektor perikanan, yaitu budi daya ikan nila, dilaksanakan di Gampong Lambarih Juroeng Raya.

Aceh Troë & Kreatif
Pada tahun 2018 dan 2019 melalui program Aceh Troë, Baitul Mal Aceh yang digagas Irwandi-Nova meningkatkan anggaran untuk pemberdayaan gampong produktif tersebut. Dari sebelumnya hanya Rp30 juta per gampong menjadi Rp50 juta.

Acèh Troë sendiri memiliki cita-cita masyarakat Aceh lebih sejahtera di bidang ekonomi dan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi bagi seluruh rakyat Aceh secara mandiri. Salah satu poin dari program Acèh Troë ini adalah membangun kemandirian pangan melalui penurunan ketergantungan terhadap provinsi tetangga (Sumatera Utara) dan peningkatan kapasitas tenaga penyuluh pertanian dan perikanan.

Selain Acèh Troë, program gampong produktif ini juga sesuai dengan visi-misi Irwandi-Nova lainnya, yaitu program Aceh Kreatif. Pemerintah Aceh ingin menumbuhkan industri sesuai dengan potensi sumber daya daerah dan memproteksi produk yang dihasilkannya seperti penyediaan sentra produksi yang berbasis potensi sumber daya lokal dan berorientasi pada pasar lokal. Selain itu, berupaya melindungi produk-produk yang dihasilkan oleh industri lokal agar dapat bersaing dengan produk dari luar Aceh, dan merangsang lahirnya industri-industri kreatif yang potensial, terutama di sektor jasa.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved