Jurnalisme Warga

Lambarih, Desa Produktif Binaan Pemerintah Aceh

SUARA mesin pompa air merek General WP 20 tak henti menderu-deru. Sebuah kolam ikan ukuran 4 x 12 meter

Lambarih, Desa Produktif Binaan Pemerintah Aceh
IST
HAYATULLAH PASEE, aktif di Forum Aceh Menulis (FAMe) Banda Aceh, Amil Baitul Mal Aceh, dan praktisi Humas, melaporkan dari Sukamakmur, Aceh Besar

Cita-cita Aceh Hebat
Berdasarkan informasi lama resmi Pemerintah Aceh, humas.acehprov.go.id menyebutkan, melalui program Aceh Hebat, sejak dua tahun terakhir, Pemerintahan Aceh telah meraih berbagai capaian di berbagai sektor, antara lain, pertumbuhan ekonomi naik dari 4,19% menjadi 4,61% demikian halnya Indeks pembangunan manusia juga meningkat dari 70,00 menjadi 71,19.

Keberhasilan Pemerintah Aceh juga ditandai dengan turunnya angka pengangguran dari 6,57% menjadi 6,35%, kemiskinan turun dari 15,92% menjadi 15,68%, kesenjangan pendapat turun dari 0,329 menjadi 0,318. Memang, angka-angka tersebut bukanlah angka maksimal. Namun, perlu dicatat semua itu terjadi di tengah beberapa kemelut yang menimpa Pemerintah Aceh. Mulai dari tarik ulur pengesahan APBA 2018 hingga ditahannya Gubernur Irwandi Yusuf oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Oleh sebab itu, sejak dilantik sebagai pelaksana tugas Gubernur Aceh pada 9 Juli 2018, Nova Iriansyah terus melanjutkan perencanaan pembangunan yang sudah digaungkan kepada masyarakat lewat Aceh Hebat. Selain perencanaan pembangunan yang bermutu, Nova selalu meyakinkan seluruh pihak agar mewujudkan pembangunan yang tepat waktu.

Selain itu, komunikasinya dengan legislatif termasuk lancar. Hal ini terbukti dari ditetapkannya APBA 2019 sebelum tahun anggaran. Nova membuktikan, sesuatu yang dulu kerap dianggap mustahil, ternyata mampu berjalan dengan mulus. Hal itu disebabkan karena Nova sukses mengajak seluruh elemen berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Tak hanya birokrat, teknorat, dan para pengusaha kini bergerak bersama membangun Aceh.

Sebagai pemerintah yang ingin terus membenah, kepemimpinan Irwandi-Nova masih memiliki waktu yang panjang, yaitu tiga tahun lagi untuk mewujudkan Aceh yang lebih mandiri dari segala sektor. Apa yang belum dicapai dalam dua tahun terakhir menjadi bahan evaluasi untuk menuntaskan semua janji-janji politik terhadap masyarakat Aceh yang menginginkan kesejahteraan.

Diharapkan sisa kepemimpinan mereka memberikan kesan dan kenangan baik bagi masyarakat Aceh, khususnya bagi kaum duafa yang ingin mengubah nasib mereka. Semoga!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved