Melibatkan Calo, Pengiriman TKI Ilegal Asal Aceh ke Malaysia Marak Sejak 6 Bulan Terakhir

Pihaknya menilai juga penting membentuk tim unit khusus tindak pidana perdagangan orang atau TPPO atau modern slevery (perbudakan modern) di lapangan

Melibatkan Calo, Pengiriman TKI Ilegal Asal Aceh ke Malaysia Marak Sejak 6 Bulan Terakhir
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
Fatimah, TKW asal Kota Langsa bersama warga asal Aceh di Malaysia. 

Laporan Zubir I Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - LSM Mitra Bersama Syahrizal menyebutkan perekrutan dan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri secara ilegal baik perorangan dan korporasi (nonprosedural) sejak enam bulan terakhir ini kembali marak di Provinsi Aceh.

"Perekrutan dan pengiriman warga Aceh ke luar negeri tujuan negara Malaysia secara ilegal ini semakin marak saja, dilakukan oleh calo-calo tak bertanggung jawab asal Aceh maupun di Sumatra Utara," ujar Ketua LSM Mitra Bersama, Syahrizal, kepada Serambinews.com, Rabu (24/7).

Syahrizal menegaskan, perlunya perhatian dan tindakan serius Pemerintah Aceh dalam menanggapi persoalan tersebut.

Hal ini untuk menghindari semakin banyaknya korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang merupakan kejahatan internasional.

Menurutnya, dari hasil pantauan tim LSM Mitra Bersama di lapangan beserta relawan para TKI asal Aceh sering berhadapan dengan berbagai persoalan hukum di negara tujuan penempatan.

"Pemberangkatan TKI asal Aceh amat terorganisir, mereka sering diiming-imingkan pekerjaan oleh agen-agen atau para calo dengan pekerjaan sebagai cleaning service, waitress, dan lainnya," sebutnya.

Namun tambah Syahrizal, setelah sampai di negara tujuan, TKI asal Aceh ini ditempatkan di rumah oknum agen tersebut dahulu untuk diberikan kerja sebagai maid (pembantu rumah tangga).

Oknum agen lalu sengaja mengambil pasport mereka untuk diserahkan pada majikan dengan dalih atau alasan proses permit kerja.

Ternyata setelah pasport di pegang oleh majikan permasalahan timbul dengan perlahan-lahan.

Halaman
12
Penulis: Zubir
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved