Pertemuan Megawati dan Prabowo

Diplomasi Nasi Goreng Megawati

Nezar Patria, adalah salah satu figur salah satu figur yang menyambut positif pertemuan Megawati-Prabowo ini.

Diplomasi Nasi Goreng Megawati
Facebook/Nezar Patria
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Rabu (24/7/2019) diadakan di Teuku Umar, tempat kediaman Megawati Soekarnoputri. 

SERAMBINEWS.COM – Pertemuan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Rabu (24/7/2019), mendapat sambutan positif banyak pihak.

Pertemuan dua tokoh yang pernah berkoalisi dan berseberangan dalam beberapa kali pemilu, pilpres, dan pilkada ini, diyakini menjadi titik awal dari akhir pergulatan kekuasaan yang menggerus nilai-nilai kesetiakawanan.

Nezar Patria, putra Aceh yang namanya terkenal karena pernah menjadi korban penculikan dalam pergolakan reformasi tahun 1998, adalah salah satu figur yang menyambut positif pertemuan ini.

Dalam sebuah analisis yang diunggah di dinding Facebooknya, Rabu (24/7/2019) malam, Nezar Patria anggota Dewan Pers periode 2016 - 2019 ini menilai diplomasi nasi goring, menjadi kunci dari pertemuan “menyejukkan” itu.

“Nasi goreng Mega seperti menutup perseteruan politik yang memakan begitu banyak energi dan mengiris perasaan para anak bangsa. Syukurlah, kali ini Mega menyajikannya tanpa perlu bercucuran air mata seperti masa Orde Lama. Dan mungkin sekali, di luar jamuan itu, pasti ada airmata lain yang tumpah. Entah mereka bahagia atau kecewa, saya kira kedua hal itu terjadi tanpa nasi goreng tentu saja,” demikian salah satu kalimat yang ditulis oleh Nezar Patria.

Putra Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia ini juga mengaitkan “diplomasi nasi goreng” ala Megawati ini dengan kisah antropolog kondang James T Siegel, penulis buku klasik The Rope of God, saat melawat ke Aceh beberapa saat sesudah tsunami meremukkan daerah ini.

Nezar berkisah, kala James T Siegel, bertandang dari rumah ke rumah di berbagai kampung, dan mencicipi masakan para ibu di Aceh langsung dari dapur mereka.

Siegel memang akrab dengan Aceh dan mengenal masakannya dengan baik.

Setelah menikmati sekian piring masakan Aceh dari berbagai dapur emak-emak di negeri sarat pergolakan itu, Siegel menyimpulkan: orang Aceh telah pulih dari bencana tsunami.

Nezar pun menulis kutipan kalimat kesimpulan dari Siegel yang diceritakan kembali oleh muridnya asal Aceh, antropolog Reza Indria.

Baca: Megawati dan Prabowo Bertemu, Kehadiran Prananda Jadi Sorotan hingga Kata Pengamat

Baca: Prabowo Bertemu Megawati, Tim 02 di Aceh Mengaku Kecewa

Baca: Pertemuan Prabowo & Megawati, Pengamat Politik:Levelnya Sudah Sangat Krusial Bisa Jadi Sharing Power

Halaman
123
Penulis: Yusmadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved