Global Wakaf ACT Dirikan Sumur Wakaf, Warga Buket Pala Aceh Timur Kini Mudah Berwudhu

Sudah 10 tahun ini sebagian masyarakat di sini membeli air bersih untuk dikonsumsi, mencuci pakaian, mandi, dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Global Wakaf ACT Dirikan Sumur Wakaf, Warga Buket Pala Aceh Timur Kini Mudah Berwudhu
FOR SERAMBINEWS.COM
Prosesi peusijuek (tepung tawar) sumur wakaf yang dibangun Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Gampong Buket Pala, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Rabu (24/7/2019). 

Global Wakaf ACT Dirikan Sumur Wakaf, Warga Buket Pala Aceh Timur Kini Mudah Berwudhu

SERAMBINEWS.COM, ACEH TIMUR - Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap (ACT) sudah menyelesaikan pembangunan sumur wakaf dari Yayasan Pratita Hasanah Darussalam di Gampong Buket Pala, Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Kini warga gampong tersebut bisa bernapas lega karena sudah mudah mencari air untuk berwudhu dan memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mencuci pakaian dan mandi.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya sumur wakaf ini. Kita sudah lama sangat membutuhkannya. Masyarakat pun akan lebih mudah mengakses air bersih, terutama air untuk keperluan wudu salat berjamaah di meunasah,” kata Muhammad Abrar, Keuchik Buket Pala seperti dalam rilis ACT yang diterima Serambinews.com, Rabu (24/7/2019).

Menurut Muhammad Abrar, tidak jarang jamaah shalat yang mengelus dada saat ingin berwudhu karena tidak ada air di meunasah.

Sekarang, bak yang baru dibangun di samping meunasah selalu penuh terisi air.

Di wilayah itu, hanya 50 persen sumur warga yang memiliki air meskipun sangat sedikit.

Baca: Inspirasi Sumur Wakaf Ustman bin Affan yang Bermanfaat Untuk Umat hingga Sekarang

Baca: ACT Ajak Warga Aceh Wakaf Dana untuk Bangun Masjid yang Rusak Akibat Gempa Donggala Sulawesi Tengah

Baca: 62% Tanah Wakaf belum Bersertifikat  

Sebagian besar warga terpaksa menumpang di sumur tetangga secara bergiliran dengan warga lainnya.

Waktu pagi tiba, terutama kaum ibu-ibu bergegas menumpang di sumur tetangga agar tidak menunggu antrean panjang.

“Ketika musim kemarau tiba akses air bersih semakin sulit. Sudah 10 tahun ini sebagian masyarakat di sini membeli air bersih untuk dikonsumsi, mencuci pakaian, mandi, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Nasib malang dialami warga ekonomi lemah untuk membeli air,”  katanya.

Halaman
12
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved