Kapolresta Banda Aceh Santuni 61 Anak Yatim

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, menyantuni 61 anak yatim saat menghadiri zikir dan doa bersama memperingati 15 tahun musibah...

Kapolresta Banda Aceh Santuni 61 Anak Yatim
For Serambinews.com
Wakasat Binmas Polresta Banda Aceh, AKP Kartolo mewakili Kapolresta Banda Aceh menyantuni 61 anak yatim saat peringatan 15 tahun gempa dan tsunami berdasarkan tahun Islam yang jatuh 1414 Dzulqaidah bersama ratusan masyarakat Kemukiman Syekh Abdurrauf Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Kamis (25/7/2019). 

Kapolresta Banda Aceh Santuni 61 Anak Yatim.

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, menyantuni 61 anak yatim saat menghadiri zikir dan doa bersama memperingati 15 tahun musibah gempa dan tsunami berdasarkan tahun Islam yang jatuh pada 1414 Dzulqaidah bersama ratusan masyarakat Kemukiman Syekh Abdurrauf Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Kamis (25/7/2019).

Peringatan zikir dan doa bersama tersebut dipusatkan di lapangan bola Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh yang ikut dihadiri alim ulama, muspika serta masyarakat desa setempat.

Penyerahan bantuan kepada 61 anak yatim dari Kapolresta Banda Aceh itu diwakili oleh Kasat Intelkam Polresta, AKP Hyrowo SIK didampingi Wakasat Binmas AKP Kartolo.

Kegiatan seperti ini dinilai sangat bagus dilaksanakan setiap tahun, mengingat anak-anak yatim membutuhkan banyak uluran tangan para dermawan, sehingga diharapkan banyak pihak yang tergugah dan menyisihkan sedikit hartanya untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan, termasuk anak yatim, terang Kapolresta Trisno yang disampaikan  AKP Hyrowo.

Pada peringatan 15 tahun musibah gempa dan tsunami yang terjadi 26 Desember 2004 silam tersebut hadir Pimpinan Dayah Ruhul Fatayat, Tgk H Muksalmina bin Abu Abdul Wahab Seulimuem yang ikut menyampaikan tausyiahnya.

Baca: Setelah Merebak Kasus Pencabulan, Kas Pesantren An Kosong, Ini Tanggapan Pengurusan Yayasan Baru

Baca: 15 Rumah Rusak Diterpa Puting Beliung, Ini Identitas Korban

Baca: Tim SAR Aceh Tenggara Gabungan Temukan Korban Hanyut, Ini Kondisinya

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan itu untuk mengenang peristiwa dahsyat yang menelan korban kurang lebih 170 ribu jiwa. Bukan hanya itu saja, bencana terdahsyat itu juga mengakibat seribuan bangunan di Aceh rusak, terutama di Kota Banda Aceh, ungkap Wakil Ketua MPU Aceh Besar ini.

"Bencana tsunami merupakan peringatan bagi kita semua untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, mari kita terus mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkapnya

Tgk  H Muksalmina juga mengingatkan manusia tidak apa-apanya saat menghadapi kekuasaan dan kekuatan Allah. Bahkan dalam sekejap harta yang dikumpulkan bertahun-tahun, musnah hanya dalam hitungan detik ketika tsunami datang.

“Hal itu harus diingat, kalau kita ini tidak ada apa-apanya di hadapan Allah. Kalau Allah mau mengambilnya, hanya dalam hitungan deting saja. Begitu juga bangunan yang kokoh, tidak ada apa-apanya saat tsunami datang," pungkas Tgk Muksalmina.(*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved