Mantan Aktivis Demokrasi Terkemuka Myanmar Sebut Aceh Kisah Sukses Pencapaian Perdamaian

Anggota Joint Ceasefire Monitoring Committee (JMC) atau Komite Pemantauan Gencatan Senjata Bersama Myanmar, U Ko Ko Gyi menyebut Aceh sebagai contoh

Mantan Aktivis Demokrasi Terkemuka Myanmar Sebut Aceh Kisah Sukses Pencapaian Perdamaian
SERAMBINEWS.COM/EDDY FITRADI
Anggota Joint Ceasefire Monitoring Committee (JMC) atau Komite Pemantauan Gencatan Senjata Bersama Myanmar, U Ko Ko Gyi (kiri) saat mengunjungi¬†Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Jalan Soekarno-Hatta, Aceh Besar, Kamis (25/7/2019).¬† 

Mantan Aktivis Demokrasi Terkemuka Myanmar Sebut Aceh Kisah Sukses Pencapaian Perdamaian

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Anggota Joint Ceasefire Monitoring Committee (JMC) atau Komite Pemantauan Gencatan Senjata Bersama Myanmar, U Ko Ko Gyi menyebutkan, Aceh sebagai contoh keberhasilan dari upaya perdamaian di dunia.

Menurut mantan aktivis demokrasi terkemuka di Myanmar itu, apa yang dicapai Aceh saat ini merupakan pelajaran berharga bagi negara tersebut.

“Kami mengeliling dunia untuk belajar tentang perdamaian dari Mindanau dan Thailand Selatan. Namun Aceh merupakan kisah sukses dari pencapaian perdamaian itu,” ucap Ko Ko Gyi, di sela kunjungan ke Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Jalan Soekarno-Hatta, Aceh Besar, Kamis (25/7/2019).

Ia datang bersama sembilan anggota JMC yang dipandu Duta Besar (Dubes) RI untuk Myanmar, Irjen Pol Prof Dr Iza Fadri. Mereka ingin belajar tentang proses perdamaian Aceh dari lembaga yang paling dituakan di provinsi ini.

Ko Ko Gyi mengatakan, dari Aceh pihaknya belajar bagaimana mengatasi kesulitan tersebut dengan tuntunan pihak yang dituakan seperti Wali Nanggroe, dan para tokoh GAM dalam bernegosiasi dengan pemerintah.

“Apa yang saya garisbawahi dari pertemuan ini bahwa peperangan tidak hanya disebabkan oleh militer, tapi kebanyakan akibat politik, keuangan, serta sosial dan budaya,” jelasnya.

Maka dari itu, lanjutnya, menghargai kearifan lokal dan tradisi merupakan hal penting dalam proses perdamaian. Sama seperti Aceh, kata Ko Ko Gyi, masyarakat Myanmar juga sangat menghormati peran pendahulu dan para pejuang .

Baca: Kapolresta Banda Aceh Santuni 61 Anak Yatim

Baca: Setelah Merebak Kasus Pencabulan, Kas Pesantren An Kosong, Ini Tanggapan Pengurusan Yayasan Baru

Baca: 15 Rumah Rusak Diterpa Puting Beliung, Ini Identitas Korban

“Pengaruh para orang tua seperti Wali Nanggroe di Aceh, sangat penting dalam mengatasi masalah dalam proses perdamaian,” katanya lagi.

Saat ditanya tentang perkembangan terbaru Myanmar, Ko Ko Gyi mengaku negaranya sedang menghadapi banyak masalah. Selain menyiapkan perubahan konstitusi, pihaknya harus menyelesaikan proses perdamaian termasuk bernegosiasi dengan kelompok bersenjata.

Sebelumnya, Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haythar mengapresiasi Pemerintah Myanmar yang tengah mengupayakan perdamaian dengan sejumlah etnis dan kelompok yang selama ini bergolak.

Malik menyampaikan kesediaannya dalam memberikan masukan terhadap apa yang dibutuhkan Myanmar dalam proses perdamaian itu ke depan.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved