Satpol PP Tangkap 4 Gepeng

Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banda Aceh kembali menangkap empat gelandangan

Satpol PP Tangkap 4 Gepeng
IST
M HIDAYAT, Kepala Satpol PP Kota Banda Aceh

BANDA ACEH - Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banda Aceh kembali menangkap empat gelandangan dan pengemis (gepeng) dari dua lokasi di Banda Aceh, Selasa (23/7) malam. Empat gepeng terdiri atas dua gelandangan yang diamankan saat sedang beraksi di sebuah kafe di kawasan Kuta Alam, sementara dua anak punk tertangkap ‘ngelem’ di Terminal Keudah Banda Aceh.

Dua gelandangan yakni pasangan suami istri Ishaq dan Saudah yang berdomisili di Lueng Bata. Sedangkan dua remaja GS dan BR ditangkap saat menghirup lem cap kambing. Berdasarkan pengakuannya kepada petugas, dua anak muda itu mulai mengirup lem sejak tahun lalu untuk mendapatkan sensasi ‘fly’.

Keempat gepeng yang sebagiannya pernah ditangkap itu keesokan harinya, Rabu (24/7) diboyong petugas ke Rumah Singgah Lamjabat, Banda Aceh. Dinas Sosial (Dinsos) Banda Aceh sebagai pengelola Rumah Singgah, bekerja sama dengan Rindam IM dan Dinas Syariat Islam (DSI) Banda Aceh dalam memberikan pembinaan.

Kepala Satpol PP Banda Aceh, M Hidayat kepada Serambi, kemarin mengatakan, aktivitas para gepeng melanggar Qanun Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. “Pengawasan terhadap gepeng serta pelanggar syariat Islam semakin kami tingkatkan demi keamanan dan kenyamanan bersama,” ujarnya.

Hidayat mengungkapkan, pusat kuliner restoran, kafe, dan warung kopi (warkop) di Banda Aceh masih menjadi spot favorit para gelandangan dari daerah lain dalam melancarkan aksi meminta-minta. Sementara anak punk dan pelanggar syariah cenderung mencari celah di lokasi tertutup atau jauh dari keramaian untuk menuntaskan hajatnya.

“Kami terus intensifkan penertiban terhadap gepeng di Banda Aceh. Keberadaan mereka di lokasi kuliner tentu sangat mengganggu waktu santai bersama keluarga. Untuk itu butuh kerja sama pemilik usaha kuliner dan pengunjungnya untuk tidak memberikan sedekah kepada gepeng demi mengedukasi mereka,” jelas dia. Sedekah dan sumbangan, lanjut Hidayat, dapat diberikan melalui badan amal yang terdaftar atau ke masjid-masjid.

Sementara itu, dari patroli petugas Satpol PP tadi malam berhasil diamankan tiga pengamen yang beraksi di Peunayong. Dari tangan ketiga pemuda itu, petugas menyita barang bukti kotak bertuliskan ‘sumbangan anak yatim’, peci, baju, dan kemeja. Kepala Satpol PP Banda Aceh, M Hidayat kepada Serambi Rabu malam mengatakan, ketiga pengamen itu bisa mengubah penampilannya menjadi anak yatim peminta sumbangan pada waktu tertentu.

“Modus ini bisa untuk bahan tambahan mereka dalam mencari uang. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, uang dari hasil meminta-minta ini juga mereka gunakan untuk membeli tuak atau sejenisnya,” ujar Hidayat. Ketiga pemuda itu juga selanjutnya diboyong ke Rumah Singgah untuk dibina.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved