Aceh Genjot Potensi Ekonomi

Pemerintah Aceh mengajak semua pihak untuk mengoptimalkan segala potensi yang ada agar aktivitas

Aceh Genjot Potensi Ekonomi
KEPALA Bappeda Aceh, Azhari Hasan

* Untuk Turunkan Angka Kemiskinan

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh mengajak semua pihak untuk mengoptimalkan segala potensi yang ada agar aktivitas ekonomi di berbagai daerah terpacu lebih kencang. Upaya itu akan dilakukan pemerintah guna menurunkan angka kemiskinan di Aceh. Aceh memiliki tingkat kemiskinan tertinggi di Sumatera.

Hal itu menjadi bahasan dalam Seminar Kementerian Keuangan dengan tema ‘Menjaga Kesehatan ABPB di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global’, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Kamis (25/7). Seminar itu menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten.

Kepala Bidang Pelaksanaan Anggaran 2 Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kanwil Aceh, Yusri menguraikan, hingga September 2018 jumlah penduduk miskin di Aceh dibanding periode yang sama pada 2017 mencapai 15,68 persen. Angka itu di atas rata-rata nasional yang hanya 9,66 persen, sehingga menempatkan Aceh sebagai provinsi dengan persentase penduduk miskin tertinggi se-Sumatera dan di urutan ke-6 se-Indonesia setelah Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Gotontalo.

Menurut Yasir, tingkat pengangguran terbuka di Aceh sebesar 6,35 persen juga berada di atas angka nasional 5,50 persen. Persentase itu menempatkan Aceh sebagai provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi ke-7 se-Indonesia, dan ke-2 di Sumatera, di bawah Kepulauan Riau.

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh yang diwakili Kepala Bappeda Aceh, Azhari Hasan SE MSi dalam sambutannya menjelaskan, hingga triwulan I tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Aceh berkisar 3,88 persen dengan persentase penduduk miskin berada dikisaran 15,68 persen (per September 2018). Sedangkan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,53 persen (per Februari 2019), inflasi 1,82 persen (per Maret 2019) dan Indeks Pembangunan Manusia sebesar 71,19 hingga tahun 2018.

Data-data tersebut, kata Azhari, menunjukkan bahwa indikator pembangunan Aceh masih belum sesuai harapan. Karena itu dia meminta kepada semua pihak untuk mengoptimalkan segala potensi yang ada agar aktivitas ekonomi daerah terpacu lebih kencang.

“Saat ini kami sedang menyiapkan pencairan dana desa tahap kedua yang diharapkan terealisasi akhir Juli. Dana desa sangat penting karena pengaruhnya untuk mendorong aktivitas ekonomi di gampong-gampong sangat terasa,” tuturnya.

Sementara peran swasta, tambah Azhari Hasan, saat ini masih relatif kecil dalam memperkuat ekonomi daerah. Pembangunan Aceh masih sangat bergantung kepada APBK, APBA, dan APBN. “Oleh sebab itu, langkah-langkah meningkatkan investasi akan terus kita perkuat agar sektor swasta lebih dominan dalam menggerakkan ekonomi di masyarakat,” katanya.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Adriyanto PhD menyampaikan investasi dan ekspor dapat menurunkan angka kemiskinan di Aceh. “Investasi asing yang masuk baik dalam maupun luar negeri, itu kan bisa menciptakan lapangan kerja. Begitu juga dengan ekspor kalau berhasil seperti ekspor kopi atau yang lain juga bisa buka sumber penghasilan bagi rakyat pedesaan. Itu bisa cukup efektif,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga harus memiliki terobosan untuk menarik investor ke Aceh atau mendorong ekspor sehingga menciptakan lapangan kerja, serta memastikan dana desa benar-benar digunakan oleh masyarakat di desa.

Narasumber lainnya, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, Banda Aceh, Prof Dr Raja Masbar MSc menyebutkan apabila ingin melakukan investasi maka empat sektor yang harus dibuka yaitu pertanian, jasa, perdagangan, dan kontruksi. Sebab ketersediaan keahlian tenaga kerja penduduk Aceh hanya di ke empat sektor tersebut.

Apabila melakukan investasi di sektor lain, maka “penduduk luar Aceh” yang akan diimpor atau penduduk Aceh harus dilatih terlebih dahulu sebelum investasi industri dibangun.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved