Harga Cabai Setara Daging

Harga bumbu dapur di Kabupaten Simeulue mengalami kenaikan cukup signifikan

Harga Cabai Setara Daging
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Pedagang menjual cabai merah 

* Tembus Rp 120 Ribu Per Kilogram

SINABANG - Harga bumbu dapur di Kabupaten Simeulue mengalami kenaikan cukup signifikan. Salah satunya cabai merah yang menembus angka Rp 120 ribu per kilogram atau setara harga daging yang dijual pada hari-hari biasa.

Selain cabai merah, bumbu dapur yang juga merangkak naik yakni wortel, cabai rawit, bawang putih, dan kentang. Tak ketinggalan, harga telur juga mengalami kenaikan di Pajak Inpres Suka Karya Sinabang, Simeulue yakni Rp 42 per papan ukuran 30 butir.

Sejumlah pedagang Pajak Inpres Suka Karya Sinabang yang dijumpai Serambi, Kamis (25/7), mengatakan, kenaikan harga bumbu dapur khususnya cabai merah di kawasan itu dipicu menipisnya stok barang akibat tidak lancarnya transportasi laut ke wilayah kepulauan tersebut dalam satu bulan terakhir. Minimnya pasokan membuat harga tebus pedagang dari agen pun mengalami kenaikan.

“Tapi tidak semua naik. Ada juga yang harganya tetap. Yang naik seperti cabai, tomat, dan kentang,” ujar Upik, pedagang Pajak Suka Karya Sinabang. Ia mengakui, tingginya harga bumbu dapur itu sangat berdampak bagi para pedagang. Sebab, ekses dari situasi itu membuat pendapatan pedagang menurun drastis akibat daya beli konsumen yang merosot tajam di Simeulue. “Jadi, kami minta diperhatikan juga oleh pemerintah,” ucap Upik yang mengaku sudah belasan tahun berprofesi sebagai pedagang.

Sementara itu, untuk harga bahan pokok seperti beras dan gula di Kabupaten Simeulue ternyata masih stabil alias tak mengalami kenaikan. Hal ini diutarakan pedagang Pajak Inpres Suka Karya Sinabang lainnya, Darmawani. Ia menyebutkan, harga jual sembako di Simeulue tak semua naik karena masih ada yang harga jualnya tetap, seperti beras dan gula.

Sedangkan terkait melonjaknya harga cabai merah, menurut Darmawani, selain ekses minimnya stok, juga dipengaruhi banyaknya bumbu dapur yang busuk selama dalam pengangkutan ke Simeulue. “Wortel saja ada yang tidak bisa lagi dijual saat sampai ke pajak (pasar). Itu lama di pengangkutan, kapal cuma satu. Sekarang yang lebih banyak dibeli cabai kering lantaran harga lebih murah,” tukasnya.(sm)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved