Kadistan Jadi Penjamin Keuchik

Dalam dua hari ini kasus pemidanaan Keuchik Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, Tgk Munirwan

Kadistan Jadi Penjamin Keuchik
SERAMBI/M ANSHAR
TIM kuasa hukum Tgk Munirwan bersama aktivis LSM, memperlihatkan KTP ratusan warga sebagai jaminan untuk penangguhan Keuchik Meunasah Rayeuk tersebut, Kamis (25/7). 

* Untuk Penangguhan Penahanan Tersangka Munirwan

BANDA ACEH - Dalam dua hari ini kasus pemidanaan Keuchik Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, Tgk Munirwan, ramai dibicarakan, khususnya di media sosial. Apalagi saat mengetahui sang keuchik berprestasi itu ditahan penyidik Polda Aceh dalam kasus mengembangkan dan mengedar bibit jenis IF8 yang belum berlabel.

Menariknya, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, A Hanan SP MM yang sebelumnya dituduh sebagai pelapor kasus ini malah mengajukan diri sebagai penjamin agar penahanan Munirwan bisa ditangguhkan oihak Polda.

Selain itu, kemarin, Hanan juga membuat klarifikasi kepada penyidik bahwa bukan dirinya yang melaporkan kasus itu ke polisi.

Kedatangan Hanan ke Ditreskrimsus Polda Aceh sempat mengejutkan. Dia datang bersama dua Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani dan Wiratmadinata sekitar pukul 15.30 WIB.

Menurut Wira, Hanan datang atas inisiatif pribadi untuk meluruskan kasus benih padi, bukan karena panggilan penyidik.

Di sisi lain, tim kuasa hukum Munirwan bersama sejumlah LSM juga menggalang dukungan dengan mengajak masyarakat untuk menjadi penjamin penangguhan penahanan Munirwan. Caranya dengan mengirimkan foto KTP ke pihaknya. Penggalangan itu diprakarsai Koalisi NGO HAM Aceh sejak Munirwan ditahan pada Selasa (23/7) hingga Kamis (25/7) siang.

Tim kuasa hukum berhasil mengumpulkan KTP dari masyarakat sekitar 2.000 lembar. Namun, hanya 200 lembar yang diserahkan kepada penyidik, kemarin. “KTP ini terkumpul sejak tadi malam (Rabu malam) dan hari ini kita serahkan kepada penyidik sebagai bukti,” kata tim kuasa hukum, Feri Bukhari sebelum bertemu penyidik.

Beberapa tokoh yang turut menjamin penangguhan tersangk ada Azhari Cage (Aanggota DPRA), Budi Azhari (Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Ar-Raniry), Alfian (Koordinator MaTA), Teuku Kemal Fasya (Dosen FISIP Unimal), Darwati A Gani (tokoh perempuan Aceh), dan Tgk Faisal Ali (ulama Aceh).

Hingga tadi malam Keuchik Munirwan masih ditahan di sel Mapolda Aceh. Perbuatannya mengedarkan bibit padi jenis IF8 yang belum berlabel itu diduga melanggar Pasal 12 ayat juncto Pasal 60 ayat (1) huruf b sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budi Daya Tanaman.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved