Kadistan Jadi Penjamin Keuchik

Dalam dua hari ini kasus pemidanaan Keuchik Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, Tgk Munirwan

Kadistan Jadi Penjamin Keuchik
SERAMBI/M ANSHAR
TIM kuasa hukum Tgk Munirwan bersama aktivis LSM, memperlihatkan KTP ratusan warga sebagai jaminan untuk penangguhan Keuchik Meunasah Rayeuk tersebut, Kamis (25/7). 

Seusai bertemu penyidik, Kadistanbun Aceh, A Hanan menjelaskan kehadirannya bersama dua Jubir Pemerintah Aceh itu untuk meminta agar penyidik menangguhkan penahanan Keuchik Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, Tgk Munirwan. Dalam kesempatan itu, dia juga menegaskan tidak pernah mengadukan kasus tersebut.

Jika Hanan telah membantah bukan dirinya pengadu kasus bibit IF8, lantas siapa juga? Terkait pertanyaan itu, kemudian Jubir Pemerintah Aceh, Wiratmadinata langsung memberikan keterangan meskipun jawaban yang diinginkan berasal dari Hanan. “Ini bukan delik aduan, ini delik murni,” kata Wira yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Abulyatama, Aceh Besar..

Lebih lanjut dia sampaikan bahwa Pemerintah Aceh tidak pernah membuat pengaduan atau melaporkan Tgk Munirwan kepada polisi terkait kasus bibit padi jenis IF8. “Dan itu sudah kita koordinasikan, apalagi muncul informasi ada restu dari gubernur, itu tidak ada hubungannya,” tegas A Hanan.

Yang mengejutkan lagi, setelah Hanan memberikan keterangan dan meninggalkan Kantor Ditreskrimsus Polda Aceh, tiba-tiba tersebar selembar surat berkop Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh dan berstempel basah. Surat tertanggal 28 Juni 2019 itu ditandatangani oleh Kadistanbun Aceh, A Hanan SP MM.

Surat bernomor 520/937/IX itu ditujukan kepada Kepala Kepolisian Daerah Aceh dengan perihal; penyaluran benih tanpa label. Isi surat itu menerangkan bahwa telah ditemukan peredaran benih di Kecamatan Jambo Aye, Seuneuddon, dan Langkahan, serta telah beredar juga di Kabupaten Aceh Jaya dan Aceh Timur dengan perkiraan 60 ton.

Dalam tahap prosessing benih ditemukan di Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara dengan perkiraan calon benih sebesar 150 ton. “Untuk maksud tersebut kami laporkan kepada Bapak agar dapat mengambil langkah-langkah penertiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” bunyi salah satu poin surat itu.

Terkait surat itu, Jubir Pemerintah Aceh Wiratmadinata dan Saifullah Abdulgani mengatakan pihaknya tidak ada kapasitas menjawabnya. Wira hanya kembali menegaskan bahwa Pemerintah Aceh tidak mengadukan kasus itu. “Kami tidak tahu surat itu, mungkin ada surat lain kami juga tidak tahu,” tukas Wira.

Keuchik Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, Tgk Munirwan ditahan oleh Polda Aceh, Selasa (23/7) atas dugaan tindak pidana memproduksi dan memperdagangkan secara komersial benih padi jenis IF8 yang belum dilepas varietasnya oleh Kementerian Pertanian RI dan belum disertifikasi (berlabel).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik Kementan RI, Kuntoro Boga Andri mengaku, belum mengetahui duduk persoalan tersebut. Dia belum bisa menjelaskan kasus yang kini menimpa Tgk Munirwan. “Wah, saya tidak tahu soal itu. Baru dapat dari sana isunya,” kata Kuntoro saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (25/7).

Seperti diketahui, Tgk Munirwan berhasil membawa Desa Meunasah Rayeuk menjadi juara II Nasional Inovasi Desa atas keberhasilannya mengembangkan padi jenis IF8 yang berasal dari bibit bantuan Gubernur Irwandi Yusuf pada 2017. Namun, setahun setelahnya Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh diduga melaporkan Tgk Munirwan dengan delik aduan telah mengomersialkan benih padi jenis IF8 yang belum berlabel.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved