PDAM Losses 260 Liter Air/Detik

PDAM Tirta Daroy Banda Aceh setiap detik kehilangan sebesar 37 persen air bersih atau 200-260 liter

PDAM Losses 260 Liter Air/Detik
SERAMBI/HERIANTO
BENDUNGAN karet yang bocor di Krueng Aceh, Lambaro, Aceh Besar selesai diitambal, Kamis (25/7) 

* Akibat Pencurian dan kebocoran

BANDA ACEH - PDAM Tirta Daroy Banda Aceh setiap detik kehilangan sebesar 37 persen air bersih atau 200-260 liter. Hilangnya air bersih itu akibat pencurian dan kebocoran jaringan pipa induk dan distribusi yang terpasang di dalam tanah. Akibatnya distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan menjadi tidak maksimal.

“Perhitungan kasar kami, air yang hilang akibat pencurian dan kebocoran pipa sangat tinggi, mencapai 37 persen. Angka itu sangat tinggi jika dikalikan debit air bersih yang dipompakan dari tempat pengolahan di Lambaro setiap detiknya,” ungkap Kepala Cabang (Kacab) Teuku Umar PDAM Tirta Daroy, Nasrizal Nasa kepada Serambi, Kamis (25/7), seusai meninjau perbaikan bendungan karet.

Dikatakan, dengan kondisi tekanan air yang sangat seperti sekarang ini sangat sulit untuk menentukan dimana titik-titik kebocoran itu, terutama untuk kawasan Teuku Umar di daerah paling ujung pipa distribusi. “Nanti kalau rumah pompa dan bak penampungan (boxer) yang dibangun di Taman Sari berfungsi, maka tekanan air bisa ditingkatkan. Saat itulah baru bisa diketahui titik-titik kebocoran itu,” jelas Nasa.

Dia menyebutkan, kehilangan air bersih sebesar 37 persen itu, bukan hanya karena ada kebocoran pada pipa induk dan distribusi, tapi juga diduga adanya pencurian air pada jaringan distribusi PDAM. Untuk mengatasi pencurian air ini, sejak Juli ini pihaknya melakukan razia sambungan air bersih PDAM ke sejumlah kecamatan.

Nasa menambahkan, pembangunan boxer di kawasan Taman Sari diperkirakan selesai tahun depan. Tujuan pembangunan bak penampung itu untuk memperbesar volume debit air yang akan didistribusikan ke wilayah Teuku Umar dan Ulee Lheue, Deah Baro, Lampaseh, Pasar Aceh dan sekitarnya.

Sementara untuk wilayah Ulee Kareng dan Darussalam sekitarnya, rumah pompanya sudah ada di Kantor PDAM Tirta Daroy di Lampineung. Tapi karena debit air yang masuk ke tempat penyimpanan masih kecil, rumah pompa yang ada belum berfungsi. Setelah pembangunan boser di Taman Sari selesai, program selanjutnya dilanjutkan dengan perencanaan peningkatan produksi air bersih dari 700 menjadi 1.000 liter/detik.

Kepala Cabang PDAM Tirta Daroy Teuku Umar, Nasrizal Nasa menambahkan, kebocoran bendung karet di kawasan Lambaro sudah berhasil ditambah Balai Wilayah Sungai Sumetera I Aceh. “Alhamdulillah air baku yang selama ini menyusut akibat kebocoran bendung karet sudah kembali normal,” ujarnya.

Saat ini bendung karet itu sedang uji coba pengisian angin. Kalau sudah dinilai tambalannya bagus, baru bendungan daruratnya dibuka kembali. Pengawas monitor kontrol PDAM Tirta Daroy, Rahmat menjelaskan, setelah penambalan bendung karet selesai, ketinggian muka air di rumah intake PDAM kembali naik menjadi 4,25 meter dari sebelumnya hanya 2,75 meter. “Kenaikan ketinggian muka air itu telah mendorong produksi air baku yang mau diolah ikut naik dari 400-450 liter/detik menjadi 700-720 liter/detik,” tandasnya.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved