Polisi Kembali Periksa Nazlih

Penyidik Polres Aceh Barat, Kamis (25/7), kembali memintai keterangan Nazlih (17), korban penyekapan dan pengeroyokan

Polisi Kembali Periksa Nazlih
SERAMBI/RIZWAN
NAZLIH (17), siswa SMK yang menjadi korban penyekapan dan pengeroyokan oleh puluhan pemuda menjalani pemeriksaan lanjutan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Aceh Barat, Kamis (25/7). 

* Dalami Kronologis Kasus Penyekapan Siswa SMK

MEULABOH - Penyidik Polres Aceh Barat, Kamis (25/7), kembali memintai keterangan Nazlih (17), korban penyekapan dan pengeroyokan oleh puluhan pemuda asal Nagan Raya yang terjadi pada 14 Juli 2019 lalu. Nazli yang merupakan siswa SMKN 1 Meulaboh ini diperiksa untuk melengkapi berkas perkara kasus tersebut.

Informasi yang diperoleh Serambi, kemarin, penyidik memeriksa korban yang tercatat penduduk Desa Lagung, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat guna menggali kronologis kasus itu. Karena tempat kejadian perkara (TKP) kasus itu berada di dua kabupaten, yaitu Aceh Barat dan Nagan Raya.

Selain korban, sebenarnya polisi juga mengagendakan pemeriksaan sejumlah pelaku lain asal Nagan Raya. Namun mereka ternyata tidak hadir. Sampai saat ini, terduga pelaku yang sudah diperiksa sebanyak 9 orang yang rata-rata masih usia sekolah. Karena masih remaja, para pelaku yang berstatus terlapor itu hanya dikenakan wajib lapor pada Senin dan Kamis.

Sehari sebelumnya atau Rabu (25/7), ayah Nazlih, Nazarmi didampingi paman korban, Yusmadi menegaskan, kasus itu harus tetap diproses hukum yang berlaku lantaran tindakan para pelaku sangat brutal. “Alhamdulilah, anak saya selamat. Tindakan pelaku itu sangat kejam,” ujar Nazarmi yang sehari-hari dipanggil Tgk Dodo.

Terkait kedatangan sejumlah keluarga para pelaku ke rumahnya pada Rabu kemarin, Imam Chik di Masjid Langung itu menerangkan, hal itu lumrah saja sebagai silaturahmi. “Silaturahmi silakan saja, namun proses hukum tetap harus berjalan,” tandasnya.

Yusmadi menambahkan, diprosesnya kasus itu sesuai hukum berlaku untuk menjadi pelajaran, sehingga kejadian serupa tidak lagi terulang pada anak-anak yang lain. “Saya melihat apa yang menimpa keponakan saya sudah seperti masa konflik lalu. Diculik, dipukul, dipotong rambut, dan disiksa, sehingga korban nyaris kehilangan nyawa,” tukas Yusmadi.

Seperti diberitakan, Polres Aceh Barat, Senin (22/7) malam, menangkap tujuh warga Nagan Raya yang diduga terlibat kasus penyekapan dan penganiayaan Nazlih (17), siswa SMK asal Desa Langung, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Para tersangka ditangkap setelah seminggu lebih diuber polisi. Semua tersangka merupakan warga Naga Raya dan rata-rata masih usia sekolah.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved