Larangan Terbang

Ini Fakta di Balik Instruksi Bupati Aceh Besar Soal Larangan Pesawat Beroperasi Saat Lebaran

Isi surat itu meminta agar maskapai menghentikan penerbangan di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh Besar saat Hari Raya Idul Fitri

Ini Fakta di Balik Instruksi Bupati Aceh Besar Soal Larangan Pesawat Beroperasi Saat Lebaran
SERAMBINEWS.COM/IST
Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, kolase Serambinews.com 

Sehingga mereka tidak bisa melaksanakan shalat Ied dan berkumpul bersama keluarga di hari yang sakral itu.

Mawardi juga menyebutkan adanya landing dan lepas landas pesawat saat sedang berlangsung shalat Ied sangat menganggu masyarakat di sekitar Bandara SIM.

“Kemarin ada pegawai dari Airlines dan Imigrasi yang menyampaikan kepada Kanwil Kemenkumham, ada pegawai yang sudah delapan tahun sangat kusyuk berpuasa, tapi saat Lebaran tidak bisa shalat Ied, karena sibuk melayani penumpang di Bandara,” ujarnya.

Mawardi menilai penghentian penerbangan selama 12 jam akan memberi manfaat kepada pegawai bandara yang jarang berkumpul dengan keluarga di hari raya.

Politisi PAN ini menilai kebijakannya ini tidak berlebihan, karena sebelumnya Bandara di Bali juga dihentikan penerbangannya selama 24 jam saat umat Hindu merayakan Nyepi.(

Bupati Besar, Ir Mawardi Ali mengeluarkan imbauan tentang penghentian penerbangan saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha dari dan ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.

Imbauan di atas kop surat Bupati Aceh Besar Nomor 451/ /2019 Tanggal 24 Juli 2019/21 Dzulqaidah 1440 H tersebut ditujukan kepada General Manager PT Angkasa Pura II.

Terkait dengan surat tersebut, Media Center Aceh Besar menyebarkan undangan konferensi pers di kediaman Bupati Aceh Besar, Gampong Meunasah Baro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat 26 Juli 2019 pukul 16.00 WIB.

Undangan konferensi pers tersebut juga diterima Newsroom Serambi Indonesia.

Pada poin pertama surat Bupati Aceh Besar tentang larangan maskapai penerbangan beroperasi pada Idul Fitri dan Idul Adha disandarkan pada Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Darah Istimewa Aceh.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved