Masyarakat Aceh Malaysia Bangun Rumah Warga Miskin di Bireuen, Biayanya Rp 30 Juta

Berdasarkan rincian anggaran biaya (RAB) yang disusun tim BMU, rumah yang akan dibangun berukuran 5x6 M dengan biaya Rp 30.500.000.

Masyarakat Aceh Malaysia Bangun Rumah Warga Miskin di Bireuen, Biayanya Rp 30 Juta
Humas BMU
Aktivis Barisan Muda Ummat (BMU) berdoa bersama di rumah Abdullah (49) Gampong Meunasah Barat Ceureucok Cruem Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. Rumah ini akan dibedah dan dibangun ulang oleh BMU dengan dana yang dikumpulkan oleh Wanita Peduli Ummat (WPU) Malaysia. 

“Bang Lah kesehariannya bekerja buruh bangunan. Seiring umurnya yang sudah tua dan lemah Bang Lah hanya mendapatkan upah 70 ribu rupiah per hari, berbeda dengan 10 tahun yang lalu bisa mendapatkan upah 100-120 ribu per hari,” kata Al Fadhal.

Rumah milik Abdullah (49) warga Gampong Meunasah Barat Ceureucok Cruem Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.
Rumah milik Abdullah (49) warga Gampong Meunasah Barat Ceureucok Cruem Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. (Humas BMU)

Keuchik Gampong Meunasah Barat Usman Sulaiman yang ikut mendampingi Tim BMU mengatakan, sebelumnya ada tim dari LSM dan pemerintah Provinsi yang turun ke rumah Bang Lah menawarkan bantuan rumah, namun terkendala dengan kepemilikan tanah.

"Gubuk Bang lah saat ini dibangun di atas tanah orang lain, ini menjadi kendala bagi lembaga atau dinas yang ingin memberikan bantuan rumah, termasuk rehab dan rumah layak huni dari pemerintah gampong," Kata Keuchik Usman.

Baca: Tu Sop Serahkan Kunci Rumah BMU Untuk Mualaf di Langsa

Baca: FOTO - Detik-detik Penangguhan Penahanan Tgk Munirwan, Keuchik yang Dipenjara Karena Benih Padi IF8

Menurutnya, karena rumah bantuan BMU-WPU sudah pasti direalisasi dan syaratnya pun bisa dengan surat keterangan keuchik, maka Bang Lah bersedia tukar guling tanah tersebut, dengan menjual tanah warisannya di tempat lain.

Keuchik Usman menambahkan, di gubuk kecil ini Bang Lah telah membina biduk rumah tangganya selama 15 tahun lebih.

Saat ini Bang Lah dan Ramisah tinggal bersama 6 orang anaknya masing-masing Junaidah (16), Nasruddin (13), Aulia Rahman(11), Sahlia Rizkina (6) dan Husnul Mubarak (4), serta 1 orang anak dari almarhumah istri pertamanya.

Selain itu, keluarga Bang Lah tidak termasuk penerima PKH atau bantuan lain, kecuali menerima zakat jiwa dan harta dari gampong setempat.

“Persoalan bantuan bersifat nasional ditentukan oleh pusat,” kata Keuchik Meunasah Barat, seperti dikutip Al Fadhal.(*)

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved