Tersangka Kasus PDKS, Darmili Mangkir dari Panggilan Penyidik

Mantan bupati Simeulue yang juga anggota DPRK setempat, Drs Darmili mangkir dari panggilan jaksa penyidik Kejati Aceh, Jumat (26/7/2019). Sedianya....

Tersangka Kasus PDKS, Darmili Mangkir dari Panggilan Penyidik
SERAMBI/BUDI FATRIA
Rumah dan mobil milik mantan bupati Simeulue, Darmili yang berada Gampong Neusu Aceh, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (27/6/2019) disita penyidik Kejati Aceh. 

Tersangka Kasus PDKS, Darmili Mangkir dari Panggilan Penyidik

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Mantan bupati Simeulue yang juga anggota DPRK setempat, Drs Darmili mangkir dari panggilan jaksa penyidik Kejati Aceh, Jumat (26/7/2019). Sedianya, dia akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue (PDKS) tahun 2002-2012.

“Pemeriksaan terhadap Darmili nggak jadi, beliau berhalangan hadir dan sudah diberitahukan melalui surat kepada tim penyidik,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh, H Munawal Hadi SH MH kepada Serambinews.com.

Menurut Munawal, Darmili meminta jadwal pemeriksaannya digeser ke Senin (29/7/2019).  “Beliau minta tunda ke hari Senin,” ujar Munawal.

Sebelumnya, penyidik sudah menjadwalkan pemeriksaan Darmili untuk kedua kalinya sebagai tersangka. Pemeriksaan itu seiring dengan keluarnya surat izin penahanan dari Plt Gubernur Aceh.

Baca: Hari Pertama Kejurnas Kartika Cup, Aceh Raih Dua Emas

Baca: Aceh Besar Terima Penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2019

Baca: BREAKING NEWS - Mahasiswa Segel Kantor Bupati Aceh Utara, Sempat Terobos Blokade Polisi

Surat itu diperlukan, kata Munawal, karena saat ini Darmili masih berstatus sebagai anggota DPRK setempat sehingga penahanannya harus seiizin Gubernur Aceh sebagaimana diatur dalam Pasal 29 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Sekedar mengulang, kasus PDKS ini mulai ditanggani penyidik Kejati Aceh sejak tahun 2015. Dalam kasus itu, penyidik juga menetapkan Darmili sebagai tersangka sejak 18 Maret 2016, tapi hingga sekarang belum ditahan.
Dalam pengembangan kasus, penyidik juga sudah menyita beberapa aset Darmili seperti rumah dua lantai di Lorong Bahagia, Neusu Aceh, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh dan satu unit mobil Toyota Fortuner BL 1 ST.

Penyitaan tersebut dilakukan berkaitan dengan kasus dengan kerugian negara ditaksir Rp 2,5-Rp 3 miliar dari total jumlah penyertaan modal dari APBK setempat untuk perusahaan itu Rp 227 miliar pada 2002-2012.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved